Suara.com - Tidur adalah sebuah rahmat yang tak ternilai harganya. Saat tidur, tubuh beristirahat dan banyak bagian tubuh mengalami regenerasi. Tetapi bagaimana jika suatu hari tiba-tiba tidur menjasi sesuatu yang mengerikan, di mana seseorang dihantui mimpi buruk yang ia tak bisa bangun darinya.
Ini yang dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah hypnophobia, atau ketakutan jatuh tertidur. Bahkan hanya memikirkan tidur sudah mampu membuatnya panik. Dan berikut perbincangan vice.com dengan seorang penderita hypnophobia.
Bisa Anda jelaskan apa itu hypnophobia?
Hypnophobia adalah untuk takut untuk tidur. Ini adalah salah satu fobia yang paling spesifik, sensitif dan sulit dipahami. Kasus ini sangat jarang, tapi sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis mereka yang terkena dampak.
Bagaimana ini mempengaruhi Anda?
Ini mengubah semua kehidupan saya. Saya mencoba untuk menghindari tidur dengan segala cara karena takut mati-karena serangan jantung atau kecelakaan fatal. Keesokan harinya, saya merasa benar-benar tidak berdaya dan putus asa. Kelelahan fisik dan psikologis ini benar-benar menyiksa Setiap detail kecil dari kehidupan sehari-hari Anda terpengaruh, hal-hal yang orang normal tidak akan mampu memahami.
Dalam kasus Anda, apa pemicunya?
Itu semua dimulai dengan cedera vermian [cedera otak yang menyebabkan hilangnya keseimbangan dan pusing]. Itu terjadi di satu malam di bulan Agustus 2010. Saat itu saya sedang makan malam dan menonton televisi, tiba-tiba saya kehilangan kesadaran selama beberapa detik. Saya jatuh dari sofa, segera setelah sadar saya segera ke rumah sakit.
Perlakuan yang saya terima sangat buruk dan dokter mengira masalah saya adalah "mania" atau sesuatu yang "diciptakan." Psikiater dan dokter mendiagnosa saya dengan "hipokondria dan masalah psikosomatik." Ini adalah titik awal dari hypnophobia saya.
Apa yang terjadi selanjutnya?
Aku pergi ke banyak rumah sakit umum dan swasta dan dokter, saya menjalani sejumlah tes. Saya mendapat semua jenis diagnosis, ada yang mengatakan saya menderita kanker, tumor otak lain, gangguan telinga yang semua itu membuat saya muak. Semua diagnosa yang bertentangan itu menciptakan ketakutan bahwa sesuatu bisa terjadi pada saya kapan saja. Perlu diingat bahwa proses yang sulit ini memakan waktu hampir dua tahun, di mana saya mengalami pusing permanen, vertigo dan sakit kepala parah, selain masalah tidur. Secara bertahap, ketakutan saya meningkat. Aku mulai takut tidur dan berpikir bahwa saya menderita penyakit serius.
Anda menjelaskan fobia Anda disebabkan rasa takut akan kematian. Apa keyakinan Anda tentang hal ini?
Saya seorang ateis. Saya tidak percaya pada dewa-dewa. Saya berpikir bahwa ketika kita mati semuanya sudah berakhir dan pikiran yang menakutkanku. Saya kira tidak ada yang mempersiapkan saya untuk ini: keluarga saya atau profesional, tidak ada!
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi