Suara.com - Air putih sangat disarankan untuk kesehatan, tetapi banyak orang lebih menyukai soda, minuman ringan dan minuman manis lainnya. Jutaan orang di seluruh dunia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dilaporkan mengonsumsi minuman ringan lebih dari segelas sehari atau bahkan jauh lebih banyak dari air putih.
Bahkan, tak sedikit orang yang lebih memilih untuk 'diet' minuman ringan karena mereka percaya hal ini dapat mengurangi jumlah kalori yang mereka asup. Tapi tahukah Anda tahu bahwa banyak 'bahaya' yang mengintip dari sekaleng minuman bersoda.
Sekaleng soda atau minuman ringan mampu membuat toilet Anda menjadi bersinar. Jadi, bisa dibayangkan betapa buruk efeknya pada lambung. Jadi meminumnya secara teratur hanya akan menambah masalah kesehatan berikut ini:
Tinggi kalori.
Jumlah kalori yang dikandung sekaleng soda atau minuman ringan dapat dengan cepat mendongrak berat badan Anda. Jadi mulailah beralih ke air putih sebelum Anda kecanduan soda dan berat badan Anda membengkak.
Buruk untuk gigi.
Soda banyak mengandung gula dan asam, yang bisa berakibat buruk dengan kesehatan mulut Anda, seperti melarutkan kalsium dari lapisan enamel gigi, dan rongga mulut.
Memicu risiko diabetes.
Terlalu sering mengonsumsi minuman ringan dan bersoda bisa memicu diabetes. Jika memang keluarga Anda pembawa bakat diabetes , maka segera tinggalkan minuman ringan dan soda.
Memicu batu ginjal.
Soda juga bisa menggerus kalsium, yang pada akhirnya akan menetap di ginjal dalam bentuk batu. Hal ini terjadi karena keseimbangan radikal asam dan mineral.
Merusak sistem pencernaan.
Sekaleng minuman ringan mengandung sejumlah besar asam fosfat. Asam ini bersaing dengan asam klorida yang juga ada di dalam perut. Ketika kedua asam ini bertemu akan mempengaruhi fungsi pencernaan.
Dehidrasi
Minuman ringan bukannya me-hidrasi tubuh justru bisa menyebabkan dehidrasi. Hal ini karena kandungan gula dan kafeinnya yang tinggi. (boldsky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi