Suara.com - Sebutir aspirin sehari dapat secara dramatis mengurangi risiko kematian akibat kanker, demikian hasil review paling detail dari kemampuan obat murah ini dalam menangkal penyakit.
Lebih dari 130.000 kematian akan dihindari selama periode 20-tahun jika mereka yang berusia 50-64 tahun mengonsumsi sebutir aspirin setiap hari selama 10 tahun. Dan manfaat aspirin ini akan terus berlangsung meski konsumsi aspirin dihentikan.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Jack Cuzick, kepala pusat pencegahan kanker di Queen Mary University London, menyarankan mereka yang berusia antara 50- 65 tahun untuk secara teratur mengonsumsi asprin dalam dosis rendah (75mg).
Mengambil dosis rendah aspirin setiap hari selama 10 tahun, bisa menurunkan risiko kanker usus hingga 35 persen, menurunkan kematian (40 persen). Aspirin dapat mengurangi risiko kanker esofagus dan lambung sebesar 30 persen. Dan menurunkan risiko kematian akibat kedua kanker itu masing-masing sebesar 35-50 persen.
Cuzick mengatakan mengonsumsi aspirin menjadi hal penting yang dapat dilakukan untuk mengurangi kanker setelah berhenti merokok dan mengurangi obesitas. Caranya juga mudah dan relatif murah.
Kepada wartawan, Cuzick menambahkan bahwa selama empat tahun terakhir ia telah mengonsumsi sebutir aspirin setiap hari. "Saya menjadikan aspirin sebagai bagian dari ritual tidur setiap hari dan itu cukup mudah," katanya. Namun menurutnya, untuk mendapatkan manfaat baru ditemukan aspirin orang harus mengambil aspirin setidaknya selama lima tahun dan mungkin 10 tahun.
Aspirin pada awalnya dikembangkan sebagai obat penghilang rasa sakit untuk demam dan peradangan, tetapi lebih dari satu abad setelah pertama kali disintesis dari kulit pohon willow, para ilmuwan menemukan manfaat medis lainnya.
Aspirin terbukti mengurangi risiko serangan jantung dan stroke serta kemungkinan beberapa jenis kanker. Tetapi pertanyaan muncul, apakah manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya. Karena aspirin dapat menyebabkan perut berdarah, yang bisa berakibat fatal pada beberapa orang.
Namun dalam laporan di jurnal Annals kanker Oncology, tim Cuzick menyimpulkan manfaat aspirin lebih besar ketimbang risikonya. Ia mengakui mengonsumsi aspirin setiap hari selama 10 tahun meningkatkan risiko perut berdarah pada mereka yang berusia di atas 60 tahun, dan 5 persen dari mereka yang memiliki perut berdarah, bisa berakibat fatal.
Cuzick menambahkan efek samping ini lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki bakteri Helicobacter pylori di perutnya yang bisa menyebabkan tukak lambung. Jadi dia menyarankan mereka yang mempertimbangkan memulai 'rezim' aspirin setiap hari, untuk terlebih dahulu berkonsultasi pada dokter pribadinya. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?