Suara.com - Tak bisa dipungkiri bahwa perempuan lebih menarik ketika memakai sepasang sepatu hak tinggi yang sesuai dengan postur tubuhnya.
Yah, sepatu jenis ini memang membuat perempuan terlihat lebih tinggi, feminin, anggun sekaligus seksi.
Meski demikian tak bisa dibantah pula bahwa sepatu hak tinggi juga bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang dapat menyebabkan rasa sakit secara signifikan dan penderitaan di kemudian hari.
Bila Anda sering menggunakan sepatu hak tinggi, maka Anda perlu mengetahui risiko kesehatan yang bisa saja muncul dalam jangka panjang.
Bahaya utama memakai sepatu hak tinggi adalah bahwa berat badan Anda didistribusikan secara tidak wajar dan tidak merata.
Ada banyak tekanan ekstra pada bagian dalam lutut Anda saat mengenakan sepatu hak tinggi. Perlu diketahui, lutut adalah daerah yang berisiko pada banyak perempuan untuk mengembangkan arthritis (nyeri sendi) di kemudian hari.
Bahaya kedua adalah otot betis yang bisa mengalami masalah kesehatan akibat penggunaan sepatu hak tinggi. Sepatu hak tinggi memberikan bentuk kaki Anda menjadi lebih rendah.
Akibatnya otot betis, tendon Achilles memendek jauh lebih ketat. Kondisi ini tentu saja dapat menyebabkan masalah kesehatan di kemudian hari.
Tendon Achilles merupakan otot betis yang menempel pada tulang tumit, dan ketika rusak dapat membuat rasa sakit.
Bahaya ketiga adalah pemakaian sepatu hak tinggi membuat berat tubuh yang tadinya ditopang oleh seluruh telapak kaki, hanya akan ditopang oleh sebagian telapak kaki bagian depan.
Hal ini dapat mengganggu keseimbangan saat berjalan dan berisiko cedera. Selain itu ujung sepatu yang menyempit juga menyebabkan penebalan jaringan di sekitar saraf jari kaki ketiga dan keempat. Penyempitan ini dapat mengakibatkan jari kaki menjadi nyeri dan baal serta mengalami perubahan bentuk. (Medic Magic)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026