Suara.com - Bipolar belakangan ini menjadi topik perbincangan menarik di kalangan masyarakat. Salah satu jenis gangguan kejiwaan ini, menjadi diperbincangkan setelah berbagai media memberitakan tentang dugaan gangguan bipolar yang dialami oleh artis cantik, Marshanda.
Selain itu kabar duka meninggalnya aktor kenamaan dunia, Robin Williams di California, Amerika Serikat, Senin (11/8/2014), juga membuat tenar salah satu gangguan kejiwaan itu.
Dokter Ahli Kesehatan Jiwa (psikiater) RS Cipto Mangunkusumo Dr dr Nurmiati Amir SpKJ (K) memaparkan gejala penyakit bipolar.
Menurutnya, gangguan kejiwaan yang menyebabkan penderitanya memiliki dua sifat yang bertolak belakang pada waktu hampir bersamaan.
Nurmiati menjelaskan dalam diskusi yang bertajuk "Penanganan Kegawatdaruratan Gangguan Jiwa" di Jakarta, Rabu (13/8/2014), gejala tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni manik dan depresif yang keduanya sangat elastis.
"Manik ini 'mood' yang bersemangat, enggak capek-capek, kalau berbicara terus saja tidak mau berhenti, memiliki ide yang sangat banyak, pd-nya (percaya dirinya) luar biasa," katanya.
Gejala pada manik tersebut, lanjut dia, terjadi pada keadaan seksual yang terus-menerus aktif, merasa lebih boros dan tidak tertutup kemungkinan memicu untuk pergi ke diskotik dan menggunakan narkoba.
"Skemanya tidak terkontrol," katanya.
Nurmiati menambahkan, sebaliknya dari sisi depresif, penderita merasa sangat sedih luar biasa, terus menerus menangis, tidak memiliki energi dan tenaga untuk melakukan sesuatu.
"Bahkan, untuk mengangkat sendoknya untuk makan saja tidak mampu," katanya.
Selain itu, lanjut dia, penderita seringkali merasa bersalah, padahal ia tidak melakukan kesalahan.
"Yang lebih parah, dia berpikir bisa sekitika bunuh diri dan tidak memiliki masa depan," katanya.
Namun, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu khawatir dengan penyakit kejiwaan tersebut karena bisa diketahui sejak dini.
"Lingkungan sekitar mestinya bisa mengenali gejala ini karena gejalanya ini, tetapi memang gejal bipolar tidak serta merta langsung pada espisode yang parah, tetapi juga dalam tahap ringan terlebih dahulu," katanya.
Nurmiati mengatakan gejala bipolar tersebut hanya terjadi ketika si penderita sedang sakit, tetapi ketika dalam kondisi stabil ia bersikap seperti biasa layaknya orang normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal