Suara.com - Kian bertambahnya penyebaran virus ebola di Sierra Leone, Liberia dan Guinea, tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi virus mematikan tersebut mulai ditemukan di beberapa negara lain.
Beranjak dari kondisi itulah selain tindakan medis, petugas kesehatan juga berupaya untuk melakukan edukasi tentang informasi yang benar mengenai virus ebola.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya mitos dan kesalahpahaman tentang virus yang justru semakin memperkeruh keadaan. Lantas, mitos keliru apa saja yang beredar di masyarakat mengenai virus ebola?
1. Tidak tertular dari orang meninggal
Mitos:
Anda tidak bisa terpapar ebola dari pasien yang sudah meninggal dunia.
Fakta:
Orang yang sudah meninggal akibat ebola, virusnya tetap ada dalam tubuhnya sehingga kemungkinan menulakan ke orang lain masih sangat besar. WHO menegaskan mereka yang menangani pasien yang meninggal akibat ebola harus menggunakan pengaman yang kuat seperti pakaian dan sarung tangan yang khusus. Jenazah pasien juga harus secepatnya dibakar. Tak hanya itu, WHO juga menyarankan agar kremasi jenazah harus dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian sehingga mencegah virus meluas.
2. Tidak menular dari hubungan seks
Mitos:
Virus ebola tidak menular melalui hubungan seksual
Fakta:
Jika dalam tubuh seorang lelaki terdapat virus ebola, maka bisa menular melalui cairan tubuhnya, termasuk air maninya. Virus ini bahkan bisa berada dalam air mani selama tujuh minggu setelah pasien sembuh. Meski dokter sudah mengkonfirmasi bahwa ini tidak ada dalam darah. Agar aman sebaiknya menghindari hubungan seksual atau bisa juga melakukan dengan pengaman (kondom).
3. Petugas kesehatan bawa virus
Mitos:
Petugas kesehatan yang membawa virus ebola
Fakta:
Laporan terakhir menyebut bahwa petugas kesehatan di Guinea mendapat serangan dari warga, karena warga percaya merekalah yang menulari virus. Tapi ini tidak benar. WHO menegaskan bahwa virus ebola menjangkiti manusia setelah orang itu melakukan kontak fisik dengan hewan liar misalnya dalam perburuan, menyembelih atau menyiapkan daging dari hewan yang terinfeksi. Ini sangat mungkin, contohnya ketika kontak langsung dengan kekelawar yang terjangkit virus atau tikus. Selama wabah, para ahli menyarankan untuk menghindari berburu atau makan daging liar.
4. Hand sanitizer Bisa membunuh virus ebola
Mitos:
Hand sanitizer yang mahal sangat bermanfaat untuk membunuh virus
Fakta:
Teratur mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sangat direkomendasikan, khususnya jika Anda kontak dengan pasien ebola atau berada di sekitar mereka. Alkohol memang bisa berguna, tapi jika kotoran tidak terlihat maka sangat penting untuk mencuci tangan Anda dengan sabun dan air bersih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat