Suara.com - Jadwal kerja yang sibuk kerap membuat Anda makan malam setelah pukul 6 sore.
Kebanyakan orang yang telat makan malam biasanya baru bisa mengisi perutnya pukul 7 sore.
Namun tahukah Anda, sebuah studi menyebutkan bahwa makan setelah pukul 6 sore mampu menyebabkan serangkaian masalah kesehatan dan perut gendut. Risiko ini semakin besar akan Anda alami terutama bila menyantap makanan tinggi karbohidrat dan minyak.
"Pada malam hari adalah fase di mana sistem tubuh Anda melambat, begitu juga sistem pencernaan. Jadi makan makanan berat pada saat ini hanya akan membuat makanan tidak dapat dicerna dan dibakar dengan baik. Yang terjadi justru tumpukan makanan itu berpotensi menyebabkan obesitas, "kata Dr Neil Stanley, peneliti independen dari Inggris.
Namun bukan berarti Anda tidak dibolehkan makan di malam hari. Anda tetap bisa menyantap makanan di malam hari asalkan tidak terlalu berat.
"Saya menyarankan Anda untuk makan pisang di malam hari: karena pisang mengandung asam amino yang disebut tryptophan. Zat ini akan menghasilkan hormon melatonin yang dapat membuat tidur Anda menjadi tenang," jelas Stanley. (Medic Magic)
Berita Terkait
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Apa Itu Gangguan Tiroid? Bikin Diet Gagal Terus!
-
Lebih dari Sekadar Sehat, Kini Nutrisi Tubuh Bisa Dipantau dengan Data Secara Akurat
-
5 Terapi Obesitas yang Mulai Banyak Digunakan, dari Diet hingga Balon Lambung
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?