Suara.com - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi meluncurkan iklan layanan masyarakat korban rokok yang berjudul "Berhenti Menikmati Rokok Sebelum Rokok Menikmatimu", di salah satu bioskop kawasan Jakarta Selatan, Jumat.
Penayangan iklan layanan masyarakat yang digagas oleh Kemenkes dan World Lung Foundation ini diselaraskan dengan gerakan nasional #30HariTanpaRokok.
Selain itu, iklan ini juga ditayangkan di sejumlah televisi nasional, bioskop dan YouTube selama empat pekan ke depan.
Nasiah mengatakan berdasarkan data WHO, epidemi tembakau telah membunuh sekitar enam juta orang per tahunnya, di mana sekitar 600 ribu orang di antaranya merupakan perokok pasif.
"Jika tidak ada penanganan yang serius, maka pada tahun 2030 diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah menjadi delapan juta orang dan sebagian besar terjadi di negara berkembang," ujarnya.
Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, kata Nafsiah, menunjukkan bahwa perokok usia di atas 15 tahun sebanyak 36,3 persen.
"Sebagian besar dari mereka adalah perokok laki-laki dengan prevalensi 64,9 persen dan jumlah ini terbesar di dunia," katanya Sementara itu, lanjutnya, prevalensi pada perempuan mengalami peningkatan dari 5,2 persen pada tahun 2007 menjadi 6,9 persen pada tahun 2013.
"Salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam pengendalian merokok adalah masih kuatnya iklan, promosi dan sponsor perusahaan rokok," katanya.
Hal tersebut, menurut dia, dilakukan secara masif dan intensif serta tertuju pada anak-anak agar menjadi perokok pemula. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama mendukung dan menyukseskan upaya pengendalian tembakau. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan