Suara.com - Penelitian tentang sistem saraf menunjukkan "degenerasi dimulai 10-20 tahun sebelum gejala yang sesungguhnya muncul". Jadi apa yang diberitahu dari ilmu saraf pada kita untuk menjaga otak tetap fit? Tampaknya jelas bahwa semakin banyak otak dilatih, digunakan dan diuji, maka akan semakin otak bekerja.
Ada beberapa bukti bahwa orang-orang dengan pendidikan lebih atau keterampilan lebih jarang mengalami demensia. Tapi ada orang beranggapan, mungkin orang yang berpendidikan tinggi makan makanan yang lebih baik, karena memang jenis makanan tertentu akan memiliki dampak bagi kinerja otak.
Dan orang-orang yang lebih terampil mungkin lebih cenderung menekuni pekerjaan, yang lebih memungkinkan latihan, interaksi sosial dan stimulasi mental.
Jadi mulai sekarang, Anda dapat membangun sebuah "cadangan kognitif" ketika muda, yang memberi Anda headstart lebih baik sehingga bisa menghindarkan diri dari demensia.
Tetap aktif secara fisik, mental dan sosial berarti akan membuat otak berfungsi lebih baik meskipun dari pemindaian, mungkin otak Anda terlihat tak jauh beda dengan orang yang kurang aktif.
Memang belum ada penelitian ilmiah yang mengkonfirmasi manfaat sejumlah permainan ini, tetapi tak ruginya untuk meluangkan waktu bermain sudoku, mengisi teka-teki silang, membaca, berjalan-jalan dan berbincang dengan teman secara teratur. Ini akan meningkatkan daya ingat Anda. (The Guardian)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya