Suara.com - Stres dan depresi tidak selalu harus dicegah atau dihentikan dengan mengonsumsi obat antidepresan.
Ketika Anda merasa sedikit 'down', ada bahan-bahan alami yang dapat membantu Anda. Salah satunya adalah kacang mete. Kacang yang populer sebagai camilan ini ternyata bisa membantu Anda melawan stres lho!
Kok bisa? Tentu saja bisa, karena kacang mete mengandung tryptophan, asam amino yang dapat memicu produksi hormon bahagia yaitu serotonin. Satu porsi kacang mete dapat memenuhi 28 persen dari triptofan. Ketika tingkat serotonin jatuh, seseorang akan lebih rentan terhadap depresi dan stres. Oleh karena itu, produksi serotonin sangat penting untuk mencegah stres dan depresi.
Tapi tidak hanya triptofan yang membuatnya kacang mete begitu istimewa. Kacang mete juga kaya magnesium dan vitamin B6. Stres dan pola makan yang buruk sering membuat orang kekurangan magnesium. Sebaliknya, mengonsumsi magnesium juga dapat meningkatkan mood dan mencegah stres.
Di satu sisi, vitamin B6 juga dapat membantu mengubah triptofan menjadi serotonin. Vitamin ini juga membantu penyerapan magnesium dalam tubuh dan secara tidak langsung dapat mencegah depresi dan mengatasi stres. Dengan kata lain, triptofan, magnesium, dan vitamin B6 bekerja bersama kacang mete untuk mencegah dan mengatasi stres.
Kacang mete dapat membantu Anda mengurangi stres dan meningkatkan mood. Tapi makan kacang mete bukan satu-satunya cara. Anda juga harus melakukan hal-hal lain seperti olahraga, meditasi, diet, dan yang lainnya untuk dapat menghilangkan stres.
Jika Anda sering merasa stres atau suasana hati sedang down, lebih baik untuk makan makanan yang meningkatkan mood seperti kacang mete. Jangan terburu-buru mengonsumsi obat antidepresan atau obat lain. (Care2)
Tag
Berita Terkait
-
The Power of Nature: Cara Sederhana Menghilangkan Stres dengan Kembali ke Alam
-
Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!
-
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
-
5 Zodiak yang Paling Mudah Menghadapi dan Mengatasi Stres, si Tahan Banting!
-
Saat Negara Jadi Sumber Stres: Overexposure Trauma di Tengah Berita Negatif
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa