Suara.com - Seorang laki-laki asal Taiwan dengan nama Li dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi. Petugas medis memerlukan bantuan 10 orang untuk bisa membawa laki-laki tersebut ke dalam mobil van.
Karena, Li menderita obesitas dan mempunyai berat 300 kilogram. Dua orang petugas medis tidak bisa membopongnya ke dalam mobil van. Li dibawa ke rumah sakit setelah keluarganya menelepon petugas medis.
Meski sudah mengerahkan 10 orang, proses mengangkut Li dari rumah ke mobil van memerlukan waktu lama. Dalam rekaman video terlihat 10 orang yang menggotong Li tersebut harus beberapa kali berhenti untuk beristirahat.
TVBS melaporkan, dua tahun lalu berat Li hanya 200 kilogram dan masih bisa mengendarai sepeda motor. Namun, dia kehilangan kemampuan untuk melakukan hal-hal yang rutin dilakukannya setelah mengalami kecelakan, tahun lalu.
Meski hanya mengonsumsi satu mangkuk makanan, berat badan Li terus melonjak hingga mencapai 300 kg. Dalam sebuah wawancara, ibu Li mengatakan, dia yang mengurus keperluan anaknya itu setiap hari dan sempat jatuh sakit karena kelelahan.
Dr Huang Chih-kun mengatakan, tim medis akan mengurangi berat badan Li terlebih dahulu sebelum melakukan operasi. Li akan menjalani operasi pengurangan ukuran perut. Caranya, tim medis akan memindahkan sebagian isi perutnya.
Nama Li mulai dikenal 6 bulan lalu. Ketika itu, Li akan dibawa ke rumah sakit karena mengalami sakit di kaki kirinya. Namun, mobil ambulans yang sudah disiapkan tidak bisa mengangkutnya. Akhirnya, rumah sakit menyewa truk kecil untuk membawa Li ke rumah sakit. (AsiaOne)
Tag
Berita Terkait
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Audy Item Bicara Obesitas: Pentingnya Dukungan Medis untuk Menurunkan Berat Badan
-
FOMO Sehat ala Gen Z, Mitos Obesitas, dan RS Tapi Homey
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026