Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2002 yang dilakukan oleh Sharma dan Jacob menemukan bahwa ekstrak daun mint yang diberikan kepada mencit (tikus) selama 60 hari dapat menurunkan jumlah dan pergerakan sperma.
Namun hasil penelitian juga menyebutkan bahwa efek tersebut menghilang 30 hari setelah perlakuan dihentikan (ketika mencit tak lagi diberikan ekstrak mint.
Namun Nutrifood Research Center melalui buku berjudul Buka Fakta! 101 Mitos Kesehatan menyebutkan bahwa jumlah ekstrak mint yang diberikan kepada mencit tersebut setara dengan 20-30 cangkir ekstrak mint per hari, dan tidak sebanding dengan konsumsi mint pada manusia. Misalnya, mint yang digunakan untuk permen atau minuman.
Selain itu, hingga kini belum ditemukan studi serupa yang dilakukan pada manusia. Beranjak dari fakta tersebut maka dapat disimpulkan bahwa anggapan tersebut hanya mitos.
Jadi, kaum lelaki jangan khawatir bila ingin menyeruput minuman dengan campuran daun mint atau mengunyah permen mint ya, karena kesuburannya Anda tidak akan terganggu kok.
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Multisport, Tren Olahraga yang Menggabungkan Banyak Cabang
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal