Suara.com - Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi obat-obatan untuk mengobati osteoporosis atau masalah tulang lainnya, dapat mengurangi risiko pengembangan kanker rahim dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan obat-obatan tersebut.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa bifosfonat yakni obat yang dikenal bisa mencegah keropos tulang ternyata memiliki efek anti-tumor termasuk kemampuan untuk menjaga sel-sel tumor agar tidak menggandakan diri dan menyerang jaringan normal.
"Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bifosfonat dapat mengurangi risiko kanker tertentu, tapi penelitian kami yang pertama menunjukkan bahwa risiko kanker rahim juga berkurang karena obat ini," kata pemimpin penelitian Sharon Hensley Alford dari Departemen Kesehatan Henry Ford di Detroit, AS.
Kanker rahim atau kanker endometrium merupakan kanker yang paling banyak diidap sekitar 50 persen dari pasien kanker di Amerika Serikat. Untuk mendapatkan temuan ini Sharon melibatkan data dari 29.254 perempuan.
Para peneliti menganalisis data perempuan yang mengonsumsi bifosfonat dimana obat ini mengandung nitrogen anti-kanker. Penelitian ini menganalisis berbagai faktor termasuk usia, ras, riwayat terapi hormon yang digunakan, status merokok dan indeks massa tubuh. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia