Suara.com - Buah alpukat ternyata bisa membuat jantung sehat. Sebuah studi yang dirilis di Journal of the American Heart Association menyebutkan, mereka yang mengonsumsi alpukat tiap hari bersama dengan diet yang moderat bisa mengurangi kolesterol jahat sebanyak 10 persen.
Selama ini, konsumen jarang mengonsumsi buah-buahan karena mempunyai kalori yang tinggi. Namun, memakan alpukat yang mengandung 200 kalori justru bisa mengurangi ancaman serangan jantung dan juga stroke. Karena, kandungan dari alpukat bisa menggantikan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh.
“Apabila anda ingin melakukan diet untuk mengurangi lemak maka konsumsi alpukat,” kata Kris Etherton, peneliti senior dalam studi tersebut.
Meski demikian, Kris masih belum bisa memastikan kenapa kolesterol konsumen yang mengonsumsi alpukat lebih rendah. Studi tersebut bertujuan untuk mengeksaminasi manfaat alpukat untuk kesehatan.
Para peneliti meneliti 45 orang dengan usia 21 tahun hingga 70 tahun yang kelebihan berat badan atau obesitas. Selama dua minggu, mereka melakukan diet di mana sepertiga kalori datang dari lemak. (Bloomberg)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial