Suara.com - Sebuah studi telah mengungkapkan bahwa perempuan yang mengalami gangguan mood atau 'moody' selama masa kehamilan berisiko terkena depresi postpartum lebih parah (PPD) dibandingkan mereka yang gejalanya dimulai setelah kelahiran.
Depresi postpartum adalah jenis depresi yang biasanya dialami oleh perempuan saat setelah melahirkan. Namun, bagaimana parahnya depresi itu sangat dipengaruhi oleh diri sendiri yang moody-an atau tidak, dan kapan mood itu naik turun, apakah pada saat masa hamil atau setelah melahirkan.
"Dokter harus menyadari banyaknya penyebab perempuan mengalami depresi postpartum," kata Samantha Meltzer-Brody, direktur program psikiatri perinatal di University of North Carolina pusat untuk gangguan mood perempuan.
Dalam studi tersebut, digunakan data dari lebih dari 10.000 perempuan dikumpulkan dalam penelitian sebelumnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik yang disebut analisis kelas laten yang banyak digunakan dalam psikiatri.
Dari penelitian itu ditemukan tiga macam tipe seorang perempuan mengalmi depresi jenis postpartum ini: pertama, terjadi gejala awal saat kehamilan atau setelah kehamilan.
Kedua, masuk tingkat gejala yang lebih parah (termasuk keinginan bunuh diri). Ketiga, riwayat gangguan mood yang dialami perempuan hamil sebelumnya (termasuk apakah perempuan tersebut memiliki komplikasi medis selama kehamilan atau persalinan).
Menurut peneliti, perempuan dengan depresi postpartum mungkin mengalami salah satu dari tiga subtipe yang berbeda dari yang ditunjukan secara klinis.
"Diperlukannya evaluasi secara menyeluruh dan mendalam terhadap latar belakang perempuan tersebut, untuk membantu keputusan klinis dan pengobatan yang tepat jika depresi terjadi," Kata Meltzer-Brody.
"Kami sekarang mengerti bahwa depresi postpartum dapat timbul dari gejala yang dimulai pada masa kehamilan," imbuhnya. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak
-
Rahasia Sendi Kuat di Usia Muda: Ini Nutrisi Wajib yang Perlu Dikonsumsi Sekarang