Suara.com - Teh hijau merupakan minuman wajib bagi masyarakat Jepang dan Cina. Ada banyak nutrisi sehat yang terkandung dalam secangkir teh hijau.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Penn State University menemukan bahwa senyawa antioksidan dalam teh hijau yang bernama Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) mampu membunuh sel kanker mulut melalui penghancuran sel mitokondria.
Berbeda dengan teknik kemoterapi dimana tidak hanya menargetkan untuk membunuh sel kanker, tapi juga sel-sel lainnya yang sehat. Dengan kandungan antioksidan dalam teh hijau ini membuat sel normal yang masih sehat tidak ikut dihancurkan.
"Anda tidak akan mendapatkan efek samping yang buruk dengan konsumsi teh hijau ini," kata Joshua Lambert, salah satu peneliti.
Lambert dan rekan-rekannya melakukan penelitian mereka dengan melihat pertumbuhan antara sel kanker dan sel normal yang telah diberikan EGC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EGCG yang terkena dampak langsung sirtuin 3, (SIRT3) merupakan protein penting yang memacu fungsi mitokondria dan merupakan respon antioksidan.
"Sepertinya EGCG berperan dalam merusak mitokondria, dan terus menghasilkan siklus yang menyebabkan kerusakan lebih banyak lagi sampai selnya mati," imbuhnya.
Seiring waktu, mitokondria kehilangan pertahanannya aibat gangguan dari antioksidan EGCC yang diberikan. Dalam keadaan lemah, sel-sel kanker akhirnya menyerah dan hancur.
Ini bukan pertama kalinya EGCG mengungkapkan kekuatannya untuk membunuh sel kanker. Pada Mei tahun lalu, para ilmuwan dari Los Angeles Biomedical Research Institute (LA BioMed) menemukan kemampuan senyawa ini untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan kanker pankreas. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!