Suara.com - Ingatan manusia begitu kuat saat usia masih muda, tapi ketika memasuki usia dewasa yakni 40 tahun ke atas, kemampuan mengingat sedikit berkurang dan kadang ingatan akan hal-hal yang bermakna pun terlupakan.
Sebuah studi menemukan bahwa lanjut usia (lansia) yang mempelajari keterampilan baru dapat meningkatkan fungsi kognitif pada otaknya telah menurun.
Penelitian yang dilakukan di University of Texas ini menemukan beberapa orang dewasa yang ditugaskan untuk mempelajari keterampilan baru seperti fotografi digital, merajut atau keduanya yang tentunya memerlukan aktivitas fisik dan otak, membuat memori terangsang menjadi kuat kembali.
Kesimpulan ini didapat setelah para peneliti melakukan penelitian selama tiga bulan. Mereka menemukan bahwa hanya kelompok yang belajar keterampilan fotografi digital, merajut atau keduanya mengalami peningkatan daya ingat atau memorinya.
Mungkin kita semua tahu tentang permainan teka-teki silang dan Sudoku. Permainan yang membutuhkan kerja otak yang tinggi ini kerap dikatakan sebagai terapi ingatan oleh beberapa orang. Namun Jennifer Lodi-Smith PhD, asisten profesor psikologi di Kolese Kanisius mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan yang terbaik untuk melatih ingatan atau memori orang dewasa.
Manusia harus tetap terlibat dengan aktivitas sosial di luar ruangan dan tetap menikmati relaksasi dengan alam sehingga perpaduan keduanya akan membuat ingatan Anda semakin baik. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi