Suara.com - Seorang bayi yang berasal dari Amerika Serikat ini merupakan bayi temuda yang menerima transplantasi jantung. Bayi bernama lengkap Oliver Crawford merupakan bayi prematur yang lahir 7 minggu lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan dan mengalami kelainan jantung.
Saat ini Oliver sedang menjalani proses pemulihan di rumah sakit setelah lahir pada 5 Januari 2015. Sebelum kelahirannya, orangtua sang bayi sempat khawatir dengan kondisi janin pada usia kandungan 20 minggu, karena didiagnosis memiliki kelainan jantung kardiomiopati dilatasi.
"Ventrikel kiri lebih besar saat usia kandungan mendekati minggu ke 24. Sesuai jadwal seharusnya Oliver lahir pada minggu ke-36 tapi sepertinya pada usia 33 minggu sudah ada tanda-tanda untuk kelahirannya," ujar dokter ahli jantung, Dr Christopher Lindblade.
Beberapa jam setelah kelahirannya, Oliver diperiksa apakah cukup sehat untuk menerima cangkok jantung. Pasalnya hanya dengan cara ini untuk mempertahankan kehidupannya.
Operasi pun berlangsung selama 10 jam pada 9 Januari lalu dan transplantasi jantung dinyatakan berhasil oleh para dokter. Ia pun menjadi penerima cangkok jantung termuda di negaranya.
"Luar biasa, kini berat badan Oliver mencapai 6,1 kilogram. Kondisinya semakin membaik dan dia adalah keajaiban untuk kami," ujar ayah Oliver. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan