Suara.com - Bayi mungil yang lahir di Sydney, Australia tidak pernah menangis sejak ‘hadir’ di muka bumi. Bayi bernama Tate Burley yang sudah berusia lima minggu itu tidak pernah menangis karena memang tidak punya kemampuan untuk melakukan hal itu.
Tate lahir dengan sindrom Miller-Dieker Lissencephaly, yaitu sebuah situasi dimana tidak ada rasa yang masuk atau keluar dari otaknya. Sindrom ini bisa menyebabkan sejumlah ketidakmampuan intelektual, tertundanya pertumbuhan, kekakuan otot abnormal serta kesulitan untuk makan.
Bayi itu mempunyai dua saudara kandung berusia 7 dan 13 tahun. Orangtua bayi itu sudah berhasil mengumpulkan dana sebesar 13 ribu dolar Australia untuk biaya pengobatan.
Ibu bayi itu hanya ingin melihat anaknya menangis. “Kami ingin merasakan malam-malam di mana tidak bisa tidur, seperti yang dirasakan oleh orangtua lainnya,” kata sang ibu.
Tate lahir dengan berat badan 1,7 kig dan otaknya halus seperti telur. Umumnya, semakin halus permukaan otak maka semakin parah gejala sindrom tersebut. (DailyTelegraph/Emirates24/7).
Tag
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya