Suara.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, Adila Anshori, menyesalkan pihak RSUD Indrasari yang menelantarkan pasien dan mengakibatkan pelayanan tidak optimal kepada masyarakat.
"Pelayanan terganggu karena mereka ikut acara sosialisasi hukum yang dilakukan Kajari Rengat," ungkap Adila Anshori, di Rengat, Sabtu (14/3/2015).
Adila mengatakan, RSUD Indrasari Inhu mempunyai tugas utama untuk melayani pasien tepat waktu. Namun mereka menurutnya justru malah mengorbankan pasien, hanya untuk mengikuti sosialisasi hukum, di mana kegiatan itu mestinya diikuti sebagian saja.
"Karena apa pun bentuknya, pelayanan umum untuk pasien harus dilakukan, sehingga yang berobat merasa tidak dirugikan. Selain itu, seharusnya pihak manajemen RSUD tidak melalaikan tugas pokoknya," paparnya.
"Setiap hari banyak pasien yang berobat. Karenanya, kegiatan apa pun harus dipertimbangkan lagi, agar pelayanan prima tetap berjalan," tegasnya.
Menurut Adila, walaupun RSUD Indrasari berdalih tidak menelantarkan pasien, namun ini jelas mengorbankan pasien yang sangat membutuhkan pelayanan medis tepat waktu.
"Sebagai Wakil Ketua DPRD Inhu, saya menyesalkan tindakan RSUD Indrasari yang memandang enteng pasien di poli umum yang membutuhkan pelayanan medis tersebut," kesalnya.
"RSUD Indrasari jangan pandang enteng pasien yang datang ke poli umum itu. Memang tidak ada yang sakit parah maupun sesak napas. (Tapi) Pasien itu butuh pelayanan dan tindakan medis tepat waktu, dan bisa menjadi parah sakitnya akibat menunggu terlalu lama," sambungnya.
"Kalau memang mau mengikuti acara seremonial, baik MoU, sosialisasi, maupun acara seremonial lainnya, kan dapat diikuti oleh petugas RSUD yang tidak bertugas melayani pasien, atau pada hari di saat tidak melayani pasien," ujarnya lagi.
Sebelumnya, pihak RSUD Indrasari Inhu membantah telah menelantarkan pasien mereka. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Indrasari, Inhu Ibrahim.
"Pasien di poli umum bukan terlantar, tapi hanya menunggu sedikit lebih lama dari biasanya. Sebab sosialisasi itu dimulai dari jam 09.00 hingga berakhir pada jam 11.15, dan di poli umum itu kan tidak ada pasien yang sakit parah," ujarnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Daging Kambing Bikin Kolesterol dan Tensi Naik? Jangan Salah Paham, Ini Kata Dokter Tirta
-
Saat Seragam Berbicara tentang Kemanusiaan: Mengapa Kisah Tentara dan Dokter di DOTS Begitu Mengena?
-
Podcast Bareng, Dokter Tirta Ungkap Sisi Lain Aldi Taher yang Jarang Diketahui
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
IDAI Kritik Susu Formula di Program MBG, Pangan Lokal Lebih Efektif
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?