Perubahan musim yang ditandai dengan cuaca yang tak menentu, ditambah dengan aktivitas pekerjaan yang padat membuat karyawan rentan terserang berbagai penyakit. Salah satu penyakit yang sering muncul saat pancaroba seperti sekarang adalah flu dan batuk.
Pada situasi seperti ini, sekitar sepertiga karyawan di kantor bisa terserang penyakit flu karena memang penyakit sangat mudah menular. Nah untuk mencegah agar flu tidak menular luas, pencegahan sebaiknya tak hanya dilakukan orang yang sehat, tapi juga mereka yang sedang sakit.
Menurut Ketua Umum Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia, dr. Nusye E. Zamsiar, para pekerja yang sedang flu hendaknya mencegah penyebaran virus yang sedang menyerang tubuhnya dengan menggunakan masker saat berada di ruangan.
Pasalnya, 80 persen pekerja umumnya bersikeras untuk tetap beraktivitas di kantor ketika sakit sehingga lingkungan kerja menjadi lebih rentan terpapar virus dan bakteri.
"Virus flu ditularkan melalui udara, saat batuk dan bersin. Saat itulah kuman akan menular. Agar tidak menular, yang sakit hendaknya menggunakan masker dan tutup hidung serta mulut saat bersin dan batuk agar tidak menularkannya ke teman kantor lainnya," kata Nusye pada temu media yang dihelat Bayer HealthCare di Jakarta, Kamis, (26/3/2015).
Selain mengenakan masker, mereka yang sedang terserang flu disarankan untuk meningkatkan konsumsi vitamin C agar segera sembuh. Hal yang sama juga disarankan bagi karyawan yang masih sehat. Nusye juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor agar tidak menjadi sarang kuman dan virus yang menimbulkan berbagai penyakit.
"Pihak kantor juga harus memperhatikan maintenance gedung, seperti AC sering dibersihkan. Kalau ada karpet juga harus dipastikan bebas dari debu dan pastikan ruang kerja cukup mendapat sinar matahari," imbuh Nusye.
Jika memang gejala flu yang diderita sudah sangat parah, Nusye menganjurkan agar pekerja segera mengonsultasikannya ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
"Kalau gejala ringan, belum ada radang dan demam atau ketika menelan belum sakit, maka boleh minum obat-obatan yang dijual bebas. Tapi memang kekebalan tubuh setiap orang berbeda-beda, jadi kalau 2 hari minum obat bebas belum reda segera konsultasi ke dokter," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Digital Detox dan Ilusi Putus Koneksi di Dunia Kerja Modern
-
"Parpol Tiga Huruf" Noel Ungkap Keterlibatan Dalam Praktik Pemerasan Sertifikasi K3
-
Senyum Immanuel Ebenezer Saat Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
-
Ada Insiden Kecelakaan di PT ITSS, Menperin Tekankan Perlunya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
-
Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bentuk Penegakan dan Penghormatan Hak Asasi Manusia
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026