Suara.com - Usai melakukan aktivitas dalam keadaan berdiri pada waktu yang cukup lama, duduk terasa sangat melegakan. Namun, duduk dalam waktu yang lama juga bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Terlebih bagi para pekerja kantoran yang menghabiskan waktu minimal delapan jam sehari di depan layar komputer.
Murat Dalkilinc, investigator dari TED-Ed menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang duduk dalam waktu yang lama.
Pada saat duduk dalam durasi yang lama, kurva tulang belakang akan membungkuk dan tertekan. Pada saat ini juga, paru-paru tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk menampung oksigen. Aliran oksigen yang tidak terdistribusi sempurna membuat seseroang sulit konsentrasi.
Inilah sebabnya mengapa ada penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa berjalan-jalan di taman atau alam terbuka dapat melatih kreatifitas dalam berpikir dan membuat Anda lebih bahagia atau fokus saat kembali ke kantor. Ketika bergerak, sirkulasi darah, oksigen dalam tubuh mengalir dengan lancar, sehingga pikiran pun akan kembali rileks.
Jika pekerjaan Anda tidak memungkinkan Anda untuk bekerja di luar aktivitas duduk dialam jangka waktu yang lama, ada baiknya Anda rutin untuk menyempatkan 5 menit per jam untuk menggerakkan tubuh Anda.
Aktivitas fisik dapat memperpanjang telomere - bagian ujung dari kromosom yang berperan dalam proses penuaan dan stres - yang membuat seseorang hidup lebih lama dan terhindar dari stres. (Medical Daily)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?