Suara.com - Hati-hati bila Anda mengalami gejala mirip amandel, bisa jadi itu merupakan tanda kanker tonsil.
Itulah yang dialami Jemma Doran. Ia awalnya mengalami gejala mirip penyakit amandel seperti sulit menelan, sakit tenggorokan dan pembengkakan pada tonsil. Keluhan yang dialaminya tersebut tanpa disadarinya berdampak pada penurunan drastis pada bobot tubuhnya.
Mengalami hal ini Doran -- yang belum mengerti bahwa penurunan bobotnya tersebut merupakan tanda adanya penyakit serius, tentu saja amat senang lantaran tubuhnya menjadi langsing. Siapa yang tak senang bila bobot tubuh yang awalnya 102 kilogram atau ukuran 22, tiba-tiba menyusut menjadi ukuran tubuh 8.
Apalagi Doran telah melakukan segala upaya untuk menurunkan bobot tubuhnya yang berlebih ini. Mengubah pola makan hingga giat berolahraga, getol dilakukannya untuk mendapat bobot ideal.
Namun, belakangan ia mengetahui bahwa penurunan drastis yang dialaminya ternyata merupakan tanda ada yang salah dengan kesehatan tubuhnya. Oleh dokter, ia didiagnosis memiliki kanker tonsil yang sudah menyebar hingga ke paru-paru.
Doran tak menampik bahwa dirinya sempat mengeluh adanya nyeri di bagian leher yang disertai dengan pembengkakan. Kadang ia juga merasa sulit untuk menelan makanan.
Sayangnya, Doran terlambat menyadari, kanker tonsil yang dialaminya sudah merujuk ke stadium akhir. Ia menemukan sakit tenggorokan yang selama ini dikeluhkannya bisa mengancam nyawanya.
"Saya senang bobot saya menurun drastis, tapi berat yang saya impikan ini justru membuat saya menahan sakit begitu dalam," katanya seperti dilansir laman Daily Mail.
Kanker tonsil merupakan kanker yang selama ini menyerang bagian tenggorokan belakang mulut atau yang disebut oropharynx. Kalangan dokter menyebut, penyakit ini dipicu karena konsumsi alkohol dan merokok yang berlebihan.
Tak hanya itu, kanker ini juga dipicu adanya virus HPV yang mengendap diam-diam pada tubuh seseorang. Pada penderita kanker tonsil biasanya mengalami gejala awal mirip seperti penyakit amandel, seperti sakit di bagian tenggorok, tonsil membesar, sulit menelan, bau mulut dan sakit di bagian telinga.
Jadi, jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter sebelum terlambat seperti yang dialami Jemma Doran.
Berita Terkait
-
Biar Nggak Mubazir, Ayah Vidi Aldiano Ungkap Bakal Bagikan Baju Almarhum Putranya
-
Aldi Taher Bongkar Rahasia Lawan Kanker, Sembuh Berkat Kekuatan Al-Qur'an
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Kisah Pilu Nunung Jalani Kemoterapi: Tulang Kayak Copot Hingga Tubuh Mengambang
-
Ancaman Tersembunyi di Balik Prostat Pria: Mengapa Operasinya Lebih Rumit dari yang Anda Bayangkan!
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem