Suara.com - Memiliki keluarga yang utuh mungkin menjadi dambaan semua perempuan di muka bumi ini. Namun, ada kalanya harapan tidak sesuai kenyataan. Banyak perkawinan yang kandas dan berakir dengan perceraian.
Dan, ternyata menurut hasil penelitian terbaru perceraian tak hanya 'buruk' bagi kondisi psikologis tetapi juga kesehatan perempuan. Perempuan yang menjadi orang tua tunggal , terutama yang mengalaminya di usia 16-49 tahun cenderung memiliki kesehatan yang buruk di usia lanjut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kesehatan yang buruk bagi ibu tunggal lebih banyak ditemukan di negara-negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat, Denmark dan Swedia. Penelitian ini dilakukan di beberapa negara maju, dan survei dilakukan terhadap perempuan berusia di atas 50 tahun. Responden pun diberikan pertanyaan seputar kondisi kesehatan mereka.
Temuan menunjukkan, 1 dari 3 ibu di AS yang disurvei telah menjadi ibu tunggal sebelum usia 50, dibandingkan di negara-negara lain, sekitar 1 dari 5 di Inggris dan negara-negara Eropa Barat, sekitar 4 dari 10 di Denmark dan Swedia, dan 1 di 10 di Eropa Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang menjadi ibu tunggal sebelum usia 50 tahun akibat perceraian, dan harus sendirian mengurus anak dan rumah tangga selama 8 tahun atau lebih berisiko mengalami kesehatan yang sangat buruk bahkan berisiko mengalami cacat fisik di kemudian hari.
Kenapa bisa begitu? Jika dilihat memang risiko itu mudah dialami para ibu tunggal. Dengan tanggung jawab dan beban yang harus dipikul sendiri membuatnya sulit memiliki karier yang baik dengan fokus terbelah dua untuk mencari uang atau mengurus rumah tangga. Kondisi inilah yang membuat kondisi kesehatan mereka memburuk di kemudian hari. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga