Suara.com - Anak-anak berusia di bawah lima tahun sedang mengalami fase di mana keingintahuan mereka akan hal baru sangat tinggi. Wajar jika anak-anak di fase ini tak takut jatuh saat mengejar bola atau menyentuh apapun di hadapannya.
Menurut pakar tumbuh kembang anak, Dr dr Soedjatmiko, SpA(K), MSi, permainan atau kegiatan melibatkan fisik yang dilakukan anak-anak bisa membentuknya menjadi anak yang cerdas, sehat, ceria dan kreatif. Pasalnya, saat bermain keterampilan sensorik dan motorik sang buah hati secara tidak disadari terstimulasi.
"Yang harus dipersiapkan orang tua yakni dengan memenuhi kebutuhan fisik dan psikologis anak. Secara psikologis, bayi harus mendapatkan perhatian, kasih sayang, berinteraksi aktif dengan orang tua, serta bermain aktif setiap hari," kata dr Soedjatmiko saat peluncuran produk Johnson's Active Fresh Shampoo di Jakarta, Rabu (27/5/2015).
Saat bermain aktif, lanjut dia, anak akan mendapatkan stimulasi multisensorik yang melibatkan semua inderanya. Tentunya, gerak aktif yang dilakukan anak bisa merangsang otak yang berperan dalam perkembangan potensi visual, auditoris, kognitif serta keterampilan motorik kasar dan halus.
"Saat anak bermain bola maka dia akan berusaha mengejar bola dan menendangnya ini telah melatih keterampilan motorik kasarnya, lalu jika dia berusaha meletakkan bola di tempatnya kembali, motorik halusnya yang terstimulasi. Ini bisa didapat saat anak bermain sehari-hari, membuatnya sehat, cerdas dan ceria," imbuh dokter yang memilliki keterampilan sulap ini.
Dengan manfaatnya yang begitu besar, kegiatan bermain sangat penting dilakukan anak usia ini. Ibu sebaiknya memberikan kebebasan kepada anak untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang terstimulasi melalui kegiatan bermain yang aktif.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak