Suara.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stephanie Fulton dari University of Montreal and the CHUM Research Centre (CRCHUM) menemukan bahwa makanan yang tinggi kadar lemaknya bisa memengaruhi otak manusia.
Hasil penelitian itu menyimpulkan bahwa makanan dengan lemak yang tinggi, bisa menyebabkan pelemahan pada fungsi sistem mesolimbic dopamine, jalur otak yang mengontrol motivasi.
"Penelitian kami menghasilkan bahwa mengonsumsi makanan tinggi lemak bisa berpengaruh pada kelainan suasana hati, ketergantungan obat, terlalu banyak makan dan hedonia, dan turunnya motivasi," kata Fulton, seperti dilansir laman Zee News.
Adapun jenis lemak yang bisa menyebabkan efek ini, lanjut Fulton, adalah lemak jenuh yang merupakan turunan dari minyak sawit.
Dari hasil penelitian itu pula, orang yang terlalu banyak mengonsumsi minyak jenuh disebut akan mengompensasikan efeknya dengan lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, serta tinggi gula.
"Pelariannya itu, mereka akan mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak dan manis," tambahnya. [Zee News]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!