Suara.com - Merasa selalu lapar akan terasa normal jika ada alasan di baliknya, seperti setelah melakukan olahraga berat, sedang mengalami masa PMS, atau hamil.
Sementara, jika Anda merasa lapar tanpa ada alasan jelas, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Seperti dilansir laman HealthMeUp, berikut adalah beberapa penyebab lain rasa lapar:
-Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
Mengonsumsi alkohol terlalu banyak bisa meningkatkan kadar ghrelin, hormon yang bertanggungjawab dalam menimbulkan rasa lapar.
-Makan terlalu cepat
Ketika seseorang makan terlalu cepat, hormon leptin yang bertugas untuk memberikan sinyal kenyang tidak aktif. Penelitian menyebutkan bahwa semakin lama Anda mengunyah makanan, semakin lama pula Anda merasa kenyang.
-Kurang tidur
Saat seseorang tidak mendapat istirahat yang cukup, sulit bagi tubuh untuk memproduksi hormon leptin. Kurang tidur juga menyebabkan hormon ghrelin semakin tinggi.
-Tidak sarapan pagi
Efek tidak sarapan bisa berakibat buruk, karena bisa mengonsumsi makan lebih banyak lima kali lipat.
-Terlalu banyak nonton televisi
Penelitian menunjukkan bahwa menonton televisi lebih dari dua jam sehari, mendorong lebih mudah lapar dan obesitas. Seringnya makan sambil menonton televisi juga membuat orang mengonsumsi makanan tidak sehat.
-Stres
Ada beberapa orang yang mengalihkan stresnya dengan makanan. Pengalihan seperti ini membuat siklus makan seseorang menjadi tidak sehat.
-Dehidrasi
Banyak orang yang salah menangkap 'sinyal' dehidrasi sebagai lapar. Beberapa sinyal dehidrasi parah antara lain adalah lemas, mudah kesal, dan letih.
-Mengunyah permen
Ternyata mengunyah permen, bahkan permen non-sugar sekali pun, bisa membuat keinginan makan seseorang semakin besar. Saat mengunyah permen, ludah yang diproduksi akan tertelan. Ludah tersebut kemudian masuk ke dalam perut dan membuat tubuh mengantisipasi makanan. Ini membuat tubuh semakin lapar. [HealthMeUp]
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!