Suara.com - Ibu hamil yang rutin mengonsumsi suplemen beryodium sebelum dan selama kehamilan ternyata berpotensi memiliki anak yang cerdas dan sehat sehingga bisa menekan pengeluaran biaya kesehatan di kemudian hari.
"Kekurangan yodium selama kehamilan bisa membuat anak lahir dengan IQ rendah," kata peneliti, Kate Jolly selaku profesor di University of Birmingham di Inggris.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology ini merekomendasikan pemberian suplemen Yodium sebelum dan selama kehamilan untuk meningkatkan kecerdasan bayi yang dilahirkan.
Untuk mendapatkan temuan ini peneliti menganalisis data dari penelitian sejenis dan membandingkannya dengan pendapat ahli. Dengan pemberian suplemen yodium pada bumil, peneliti memperkirakan manfaat dari peningkatan IQ 1.22 poin per anak membawa keuntungan sebanyak 44.476 pounds atau setara dengan Rp950 juta per kehamilan.
"Ini saatnya bagi semua perempuan untuk meyadari pentingnya memenuhi kebutuhan iodine selama kehamilan atau menyusui demi tumbuh kembang anak di masa mendatang," kata Jolly seperti dilansir laman Zeenews.
Yodium sendiri tidak dihasilkan tubuh sehingga bisa diperoleh melalui konsumsi beberapa makanan sumber yodium salah satunya ikan.
Kekurangan yodium seringkali dikaitkan dengan risiko keterbelakangan mental hingga perlambatan tumbuh kembang anak, hingga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasikan ibu hamil dan ibu menyusui untuk mengonsumsi makanan mengandung yodium setiap hari.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia