Polusi udara, baik karena asap kebakaran lahan dan kendaraan sering diatasi warga dengan menggunakan masker. Dengan menggunakan pelindung masker, maka diharapkan udara yang tercemar asap disaring melalui masker.
Menurut Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes, masker yang memiliki kemampuan terbaik dalam menyaring polutan udara adalah jenis masker N95.
"Masker yang paling tepat untuk menahan partikel debu adalah N95. Tapi sebagian besar menggunakan masker biasa tidak masalah daripada tidak sama sekali," ujar Achmad pada temu media di gedung Kemenkes RI Jakarta, Selasa (8/9/2015).
Masker N95 menurut Ahmad, biasa dipakai oleh tenaga medis untuk mencegah penularan dari suatu penyakit. Oleh karena itu kemampuannya dalam menyaring partikel debu mencapai 95 persen. Kendati demikian penggunaannya seringkali tak nyaman dan harganya relatif mahal.
"Masker N95 cenderung tidak nyaman karena tertutup sekali. Jadi masker biasa boleh digunakan dan sebaiknya setelah sekali digunakan langsung dibuang karena sudah tidak steril," jelasnya.
Untuk mencegah dampak kesehatan dari bencana asap kebakaran lahan di Riau, Kementerian Kesehatan telah membagikan 65 ribu masker kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan setempat.
Selain menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, masyarakat juga diimbau untuk mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari dampak penyakit yang ditimbulkan oleh asap.
Berita Terkait
-
5 Sheet Mask Premium Mulai Rp100 Ribuan untuk Wajah Glowing Tanpa Treatment
-
5 Rekomendasi Sheet Mask untuk Wajah Kusam, Kulit Jadi Cerah Mulai Rp3 Ribuan
-
4 Masker Black Tea Kaya Antioksidan untuk Hempas Kerutan dan Kulit Kusam
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya