Rabu, 09 September 2015 | 20:59 WIB
Penggunaan masker untuk atasi dampak kabut asap. (Antara)

Polusi udara, baik karena asap kebakaran lahan dan kendaraan sering diatasi warga dengan menggunakan masker. Dengan menggunakan pelindung masker, maka diharapkan udara yang tercemar asap disaring melalui masker.

Menurut Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kemenkes, masker yang memiliki kemampuan terbaik dalam menyaring polutan udara adalah jenis masker N95.

"Masker yang paling tepat untuk menahan partikel debu adalah N95. Tapi sebagian besar menggunakan masker biasa tidak masalah daripada tidak sama sekali," ujar Achmad pada temu media di gedung Kemenkes RI Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Masker N95 menurut Ahmad, biasa dipakai oleh tenaga medis untuk mencegah penularan dari suatu penyakit. Oleh karena itu kemampuannya dalam menyaring partikel debu mencapai 95 persen. Kendati demikian penggunaannya seringkali tak nyaman dan harganya relatif mahal.

"Masker N95 cenderung tidak nyaman karena tertutup sekali. Jadi masker biasa boleh digunakan dan sebaiknya setelah sekali digunakan langsung dibuang karena sudah tidak steril," jelasnya.

Untuk mencegah dampak kesehatan dari bencana asap kebakaran lahan di Riau, Kementerian Kesehatan telah membagikan 65 ribu masker kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan setempat.

Selain menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, masyarakat juga diimbau untuk mengonsumsi berbagai makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar terhindar dari dampak penyakit yang ditimbulkan oleh asap.

Load More