Suara.com - Hati alias liver merupakan salah satu organ yang berperan penting bagi kesehatan tubuh. Di organ satu inilah semua racun yang masuk ke dalam tubuh dinetralkan.
Sehingga ketika hati mengalami gangguan, maka seluruh bagian tubuh akan merasakan pengaruhnya. Kabar baiknya adalah bahwa hati luar biasa regeneratif, dan ada banyak diet yang bisa anda lakukan untuk memulihkan liver Anda.
Bahkan untuk itu tak ada jus hijau ekstrim yang dibutuhkan. Anda hanya perlua menambahkan beberapa makanan tertentu yang memiliki efek menguatkan liver Anda. Berikut adalah lima makanan yang bagus untuk kesehatan liver Anda.
1. Ganti kopi Anda untuk teh hijau
Teh hijau sarat dengan catekin, antioksidan kuat yang meningkatkan fungsi hati, dan mencegah akumulasi lemak berbahaya dalam hati.
2. Perbanyak penggunaan kunyit saat membumbui makanan Anda
Bisa digunakan sebagai bumbu, dan kunyit mengandung bahan aktif yang disebut curcumin yang dapat mencegah kerusakan hati sekaligus membantu untuk menumbuhkan sel hati baru. Kunyit juga membantu untuk merangsang produksi empedu, yang diperlukan untuk memecahkan lemak di makanan yang Anda konsumsi.
3. Perbanyak mengonsumsi bit
Bit kaya akan antioksidan dan asam folat untuk detoksifikasi. Bit juga mengandung betaine, suatu senyawa yang mempromosikan regenerasi sel-sel hati.
4. Masukkan alpukat ke keranjang diet Anda
Alpukat banyak mengandung lemak baik dan juga kaya glutathione, antioksidan utama yang mencegah kerusakan pada hati sekaligus membantu detoksifikasi.
5. Mulailah mengonsumsi kale
Sayuran yang satu ini disebut-sebut sebagai makanan super. Kale kaya senyawa sulfur yang membantu mendetoksifikasi liver dengan meningkatkan produksi tingkat tinggi enzim-enzim detoksifikasi. (cosmpolitan.com)
Berita Terkait
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Detoks Alami Pasca-Lebaran: 5 Kombinasi Makanan Sehat agar Nutrisi Terserap Maksimal
-
5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Makanan Sehat vs Skincare: Mana yang Lebih Bikin Kulit Glow Up?
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya