Suara.com - Siapa sangka bahwa katarak atau kekeruhan lensa tak hanya ditentukan oleh faktor usia. Sebab, kaum muda pun bisa menderita salah satu penyebab kebutaan ini jika sering terpapar sinar ultraviolet.
Hal ini disampaikan oleh dr Setiyo Budi Riyanto, SpM dari Jakarta Eye Center (JEC). Dokter yang juga menjabat Ketua Indonesian Society Cataract and Refractive Surgery (INASCRS) ini menambahkan bahwa posisi Indonesia yang dilintasi garis Khatulistiwa menjadi pemicu tingginya penderita katarak di Indonesia.
"Terutama di pesisir, banyak warga yang usianya masih muda 30-40 tahunan sudah kena katarak. Penyebabnya karena sinar ultraviolet. Bayangkan saja nelayan itu kerjanya di laut kena sinar matahari terus menerus tanpa pakai pelindung untuk mata," ujarnya pada temu media di Jakarta Eye Center Kedoya, Jakarta, Sabtu (10/10/2015).
Selain para nelayan, masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan pun berpotensi katarak lebih cepat. Menurut Budi, paparan sinar ultraviolet dapat mempengaruhi metabolisme pada lensa mata sehingga berubah menjadi keruh.
"Biasanya katarak mulai diidap pada usia 50 tahun ke atas. Tapi pada mereka yang sering terpapar sinar matahari secara langsung usia 40-tahunan katarak mulai muncul," imbuhnya.
Oleh karena itu, Budi mengimbau masyarakat untuk melindungi mata dari paparan sinar matahari jika beraktivitas di luar ruangan. Salah satunya dengan menggunakan kacamata yang mampu memproteksi dari sinar ultraviolet.
"Jadi usahakan kalau aktivitas di outdoor gunakan kacamata dengan UV protection yang bagus. Bukan hanya adem tapi proteksinya diperhatikan. Misal saat nyetir motor atau mobil, berenang, jalan kaki harus pakai sunglass. Sangat bermakna untuk mencegah kebutaan atau katarak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens