Suara.com - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa bayi yang lahir pada musim panas memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik dibandingkan bayi yang lahir pada musim dingin. Temuan didapat setelah peneliti dari Universitas Cambridge melakukan penelitian terhadap 450,000 responden di Inggris.
Peneliti melihat bahwa bulan kelahiran berpengaruh terhadap tumbuh kembang bayi di kemudian hari.
"Hasil penelitian kami menunjukkan adanya hubungan yang positif antara bulan lahir dengan kesehatan bayi. Namun kami membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan mekanismenya," ungkap dokter John Perry selaku pemimpin studi.
Dalam hasil penelitian disebutkan bahwa anak yang lahir pada musim panas yakni Juni, Juli, Agustus cenderung lebih sehat dan memiliki sistem imun yang lebih baik serta lebih tinggi. Peneliti menilai hal ini terjadi karena bayi tersebut menyerap vitamin D lebih banyak selama musim panas.
"Ibu hamil yang melahirkan saat bulan Juni-Agustus menyerap vitamin D yang lebih besar selama kehamilan trisemester kedua dan ketiga. Efeknya bisa mencegah bayi dari risiko kanker, diabates tipe 1 hingga multiple sclerosis," imbuhnya.
Selain itu peneliti mendapati, bahwa anak-anak perempuan yang lahir di musim panas juga memiliki masa pubertas yang lebih lambat dan dianggap baik untuk kesehatannya ketika dewasa. (Telegraph)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan