Suara.com - Tanya:
Selamat pagi Dokter,
Halo, Dok. Saya seorang siswi 16 tahun yang memiliki tinggi badan 174 cm dan berat badan 97 kg.
Sejak minggu lalu, saya melakukan diet ekstrem seperti tidak makan nasi, menghindari makanan berlemak, dan hanya bergantung pada roti dan susu kambing. Akhir-akhir ini, saya merasa susah bernapas.
Saya tidak melakukan hal-hal yang melelahkan, tetapi selalu bernapas seperti orang selesai lari dikejar anjing (ngos-ngosan). Saya akhirnya mulai makan, tetapi tetap tidak menyentuh nasi.
Tapi, sampai sekarang saya masih sering susah bernapas. Tolong berikan saya solusi yang terbaik menurut Dokter. Terima kasih.
Cals
Jawab:
Halo selamat pagi Cals,
Apakah keluhan sesak napas ini baru pertama kali terjadi?
Timbulnya keluhan sesak napas yang terjadi pada Anda, dapat di sebabkan oleh karena penurunan berat badan yang salah. Ada baiknya sebelum memutuskan untuk menurunkan badan Anda, kenali dan ketahui cara diet sehat.
Ini penting dilakukan agar tubuh dapat terbiasa (tidak kaget) terhadap perubahan yang nantinya terjadi sehingga tidak menyebabkan timbulnya gejala atau permasalahan yang baru. Jadi, saran saya sebaiknya Anda menghentikan pola diet terlebih dahulu, kemudian pelajari pola diet yang sehat.
Dengan cara tersebut diharapkan keluhan sesak napas Anda akan segera hilang. Terima kasih telah. Semoga membantu, ya.
Dijawab oleh dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat