Suara.com - Kementerian Kesehatan menyosialisasikan pentingnya pencegahan HIV dengan berperilaku hidup sehat dan mau turut serta mengetahui statusnya dengan melakukan pemeriksaan.
"Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mau periksa HIV secara sukarela," ujar Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Lily S. Sulistyowati di Jakarta, Kamis.
Pernyataan tersebut terkait dengan pemeriksaan HIV/AIDS (VCT) secara cuma-cuma bagi sekitar 500 pekerja dan masyarakat di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.
Acara tersebut diselenggarakan atas kerja sama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok, Pokja HIV/AIDS Tanjung Priok dan Dinas Kesehatan Kota Jakarta Utara.
Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Priok dinilai sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dari seluruh penjuru negeri dengan berbagai aktifitas dan keperluan.
Selain itu, juga merupakan tempat singgahnya orang asing karena banyaknya kapal dari luar negeri yang singgah.
"Tidak dapat dipungkiri, keadaan tersebut merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penularan HIV/AIDS, selain faktor pemahaman informasi dan tingkat pendidikan seseorang yang masih terbatas tentang Penularan HIV/AIDS," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS, pada tahun 2013 Jumlah penderita HIV/AIDS di Jakarta Utara sebanyak 846 kasus.
2014 terjadi penurunan yaitu 645 kasus dan hingga September 2015, sebanyak 316 kasus.
Strategi penanggulangan HIV/AIDS, tambah dia, ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat.
Tujuannya agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia