Suara.com - Tanya:
Selamat malam Dokter,
Salam kenal. Dok saya seorang lelaki yang sekadar ingin mengetahui tentang kebenaran mitos yang beredar di masyarakat yaitu salah satunya tentang mengisap payudara perempuan yang katanya bisa membuatnya membesar. Benarkah Dok mitos tersebut? Mohon pencerahannya. Terima kasih.
PP
Jawab:
Selamat malam PP,
Sejauh ini belum ada penelitian ilmiah maupun bukti medis bahwa dengan mengisap payudara maka akan membuat ukuran payudara menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Dengan demikian mitos atau anggapan tersebut tidak benar atau kurang tepat.
Berbicara soal payudara, ada delapan fakta tentang payudara yang perlu diketahui yaitu:
1. Tumbuhnya payudara
Tidak banyak yang tahu apa yang menyebabkan payudara pada perempuan bisa tumbuh dan bagaimana payudara bisa tumbuh pada masa pubertas. Tumbuhnya payudara sebenarnya dipicu oleh rangkaian hormon pertumbuhan yang bertemu hormon estrogen yang sedang mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan berkembangnya payudara.
2. Ukuran berbeda
Payudara perempuan memiliki dua ukuran yang sedikit berbeda. Payudara sebelah kiri biasanya umumnya sedikit lebih besar dibandingkan dengan payudara sisi kanan.
Perbedaannya bisa hingga sekitar 20 persen. Hal ini disebabkan pada fase pertumbuhan payudara (thelarche), kecepatan perkembangan payudara kanan dan kiri berbeda.
Namun, jika ukuran payudara sangat berbeda dan Anda merasa khawatir, cobalah untuk mengonsultasikannya ke dokter dan bicarakan langkah apa yang perlu diambil, termasuk kemungkinan untuk melakukan operasi plastik.
3. Menyusui bisa melindungi perempuan dari kanker payudara
Fakta tentang payudara selanjutnya adalah menyusui. Ya, menyusui atau memberikan ASI eksklusif bisa membuat perempuan terlindungi dari kanker payudara.
Jangan takut payudara menjadi kendur atau turun karena terlalu lama menyusui. Menyusui memberikan manfaat yang sangat baik bagi anak dan kesehatan ibunya.
4. Kanker payudara juga bisa menyerang lelaki.
Tidak hanya pada perempuan, lelaki juga bisa terkena kanker payudara. Meski penyebabnya masih belum jelas, namun ada beberapa hal yang diduga bisa menyebabkan munculnya kanker payudara pada lelaki, yaitu obesitas, usia (biasanya menyerang pria usia di atas 60 tahun), dan ada riwayat keluarga yang pernah terserang kanker payudara baik lelaki maupun perempuan.
5. Menyusui bisa memberikan rangsangan bagi perempuan
Pada saat menyusui, beberapa perempuan bisa merasa terangsang. Ini merupakan hal yang normal karena merupakan respons fisiologis hormon laktasi. Pada masa menyusui hormon prolaktin akan aktif, begitu juga dengan hormon oksitosin.
Hormon prolaktin selain memproduksi susu juga bisa memberikan rasa relaks, sedangkan hormon oksitosin bisa memicu jaringan payudara mengalami kontraksi dan memberikan sensasi geli pada saat sebelum susu dikeluarkan.
6. Ukuran payudara bisa berubah setiap bulan
Mungkin Anda pernah merasakan payudara terasa penuh dan terkadang terasa lebih mengendur ketika menggunakan bra. Disadari atau tidak, hal ini disebabkan oleh perubahan kadar hormon selama siklus menstruasi. Naik turunnya beberapa hormon selama siklus menstruasi menyebabkan ukuran payudara berubah.
7. Tidak semua benjolan adalah kanker payudara
Tidak semua benjolan pada payudara adalah kanker. Sekitar 80-85 persen dari benjolan tersebut memiliki kemungkinan bukan kanker.
Pada payudara yang sehat, pada saat masa pra-menstruasi payudara akan terasa sedikit lebih bengkak atau bisa terasa ada gumpalan. Namun jika Anda merasa benjolan tersebut tidak normal dan cukup mengganggu, cobalah untuk memeriksakan diri ke dokter secepatnya.
8. Merokok bisa membuat payudara kendur
Selain karena proses penuaan, perubahan kadar hormon dan kehamilan, merokok diduga dapat menyebabkan kekenduran pada payudara. Sebuah studi menemukan bahwa merokok bisa merusak protein yang dibutuhkan untuk payudara, yaitu elastin, sehingga payudara menjadi kendur.
Payudara bagi perempuan merupakan bagian tubuh yang penting. Jaga terus kesehatan, serta keindahan payudara Anda dengan menjauhi hal-hal yang bisa mengganggu kesehatan payudara.
Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi Meetdoctor. Semoga membantu.
Dijawab oleh dr. Deffy Leksani Anggar Sari
Sumber: www.meetdoctor.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi