Suara.com - Hadiah Natal menjadi salah satu yang dinanti bagi anak-anak. Dan, tahun ini sangat menggembirakan bagi kakak beradik, Kian dan Callum Jaram. Sepasang kaki palsu yang selama ini hanya sebuah mimpi, menjadi sebuah kenyataan yang membahagiakan bagi mereka.
Lahir dengan kelainan sindrom Adams Oliver, membuat Kian dan Callum tak memiliki kaki. Padahal, sebagai anak laki-laki, mereka sangat mencintai olahraga sepakbola. Dengan kaki baru yang menjadi hadiah natal tahun ini semangat untuk mengayunkan kaki di lapangan pun tak kuasa mereka tahan.
Sindrom Adams Oliver merupakan kondisi langka yang hanya mempengaruhi 25 orang di dunia. Hal ini memicu pertumbuhan prematur pada tangan dan kaki. Kelainan ini didapatkan mereka dari sang ayah yang juga mengalami kondisi yang sama.
Atas ketidaksempurnaan yang dimilikinya, Kian dan Callum kerap mendapatkan cemohan dari orang-orang di sekitarnya.
"Tapi itu membuat kami bertiga lebih dekat. Saya terus memotivasi mereka agar menerima kondisinya dengan lapang dada. Mereka pun melihat bagaimana saya mensyukuri takdir yang diberikan dan kemudian mencontohnya," ujar sang Ayah, Jaram.
Berkat dukungan orang-orang yang peduli terhadap perkembangan Kian dan Callum, terkumpul dana sebesar 8000 pound untuk membeli sepasang kaki palsu.
"Ini adalah hadiah Natal terbaik yang kami terima. Mereka sudah tidak sabar untuk memilih sepatu dan siap menendang bola di lapangan. Kaki baru ini benar-benar mengubah hidup mereka," ungkap sang ayah bahagia. (dailymail.co.uk)
Berita Terkait
-
Deteksi Dini Kelainan Genetik Janin dalam Kandungan, Apakah Bisa?
-
Ibu Hamil Wajib Tahu, Ini Pentingnya Skrining Kelainan Genetik Sejak Janin dalam Kandungan
-
Punya Tiga Kondisi Ini, Ibu Hamil Disarankan Lakukan Tes Skrining Genetik
-
Kenali Sindrom Gardner: Timbulnya Polip pada Usus Halus dan Usus Besar
-
Peneliti Temukan Orang Pertama yang Menderita Sindrom Klinefelter
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia