Suara.com - Ilmuwan menemukan manusia pertama yang memiliki kelainan genetik Sindrom Klinefelter. Ini ditemukan pada kerangka berusia 1.000 tahun, yang digali dari sebuah situs arkeologi di Portugal.
Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik yang disebabkan oleh adanya salinan kromosom X tambahan. Akibatnya, laki-laki akan memiliki beberapa karateristik perempuan, misalnya bentuk payudara yang besar.
Namun, seringnya kondisi ini tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tetapi pria dengan kelainan ini biasanya tinggi, dengan pinggul lebar dan rambut tubuh jarang.
Kondisi ini juga dikaitkan dengan ketidaksuburan, dorongan seks yang lebih rendah dan sedikit peningkatan risiko diabetes tipe 2.
Menyadur Science Alert, kelainan genetik ini memengaruhi sekitar satu dari setiap seribu kelahiran laki-laki.
Penemuan terbaru ini sekarang akan membantu para ahli memetakan prevalensi Sindrom Klinefelter selama berabad-abad.
"Mengingat keadaan DNA yang rapuh, kami mengembangkan metode statistik baru yang dapat mempertimbangkan karakteristik DNA purba dan pengamatan kami untuk mengonfirmasi diagnosis," kata ahli biologi evolusi João Teixeira dari Australian National University.
Studi observasional kerangka juga mengungkapkan karateristik yang konsisten dengan tanda Sindrom Klinefelter, seperti tinggi badan melebihi rata-rata, pinggul lebih lebar dari rata-rata, dan ketidaksejajaran rahang serta gigi.
Peneliti menduga kerangka tersebut adalah pria dewasa berusia lebih dari 25 tahun pada saat kematiannya, dengan tinggi sekitar 180 sentimeter.
Baca Juga: Studi Inggris: Masalah Pipis Terus atau Inkontinensia Mungkin Disebabkan Faktor Genetik atau Turunan
"Studi kami menunjukkan bahwa itu sekarang menjadi sumber yang berharga untuk penelitian biomedis dan bidang kedokteran evolusi yang berkembang," tandas Teixeira.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak