Suara.com - Saat ini, gangguan ketidaksuburan menjadi momok bagi pasangan yang berumahtangga. Pasalnya kondisi ini berpeluang membuat mereka sulit mendapatkan keturunan.
Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari stres, gangguan hormon, kualitas sperma yang buruk, hingga gangguan pada organ intim lainnya.
Nah, khusus untuk mereka yang mengalami gangguan hormon, ada beberapa makanan yang bisa meningkatkan peluang kehamilan perempuan.
Makanan ini dipercaya dapat meningkatkan kualitas sel telur, menyeimbangkan hormon sehingga mempertinggi peluang pasangan memiliki buah hati.
Apa saja makanan tersebut? Berikut ulasannya seperti dilansir Boldsky:
1. Makanan mengandung Vitamin E
Makanan yang mengandung vitamin E seperti minyak bunga matahari, minyak zaitun, minyak gandum, kacang-kacangan, bayam, brokoli, dll. Vitamin ini diyakini dapat meningkatkan kesuburan baik pada perempuan dan laki-laki.
2. Makanan mengandung Vitamin C
Vitamin C dapat menyeimbangkan hormon reproduksi perempuan yang memiliki tingkat progesteron rendah. Tentunya hal ini dapat meningkatkan peluang kehamilan pada perempuan yang memiliki masalah kesuburan. Oleh karena itu konsumsi makanan mengandung vitamin C seperti jeruk, lemon, brokoli, cranberry, dan tomat.
3. Makanan mengandung Asam Folat
Makanan yang mengandung asam folat sangat dianjurkan pada perempuan sebelum dan selama kehamilan. Pasalnya asam folat dapat meningkatkan kesuburan dan mempersiapkan tubuh perempuan untuk mengandung buah hati. Makanan yang mengandung asam folat antara lain brokoli, bit, asparagus, dan bayam.
4. Makanan mengandung Vitamin B6
Vitamin B6 dapat meningkatkan dan menyeimbangkan hormon kesuburan. Perempuan yang memiliki tingkat progesteron rendah dapat mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 untuk mendapatkan momongan. Sumber vitamin B6 antara lain pisang, sereal, dan masih banyak lagi.
5. Makanan mengandung Vitamin D
Vitamin D dapat meningkatkan peluang kehamilan dengan meningkatkan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Selain itu, vitamin ini juga membantu meningkatkan kualitas sperma. Makanan yang mengandung vitamin D antara lain hati sapi, keju, kuning telur dan ikan berlemak seperti tuna, mackerel, salmon.
6. Makanan mengandung Vitamin B12
Vitamin Ini diyakini dapat meningkatkan ovulasi sehingga ampuh untuk meningkatkan peluang kehamilan. Makanan yang mengandung vitamin B12 juga dapat meningkatkan lapisan rahim, sehingga membuat lingkungan yang menguntungkan bagi janin.
7. Makanan mengandung Omega-3 dan Omega-6
Asam Lemak seperti omega-3 dan omega-6 dapat meningkatkan kesuburan sehingga membantu meningkatkan peluang kehamilan. Makanan yang mengandung asam lemak ini juga dipercaya dapat mencegah kemungkinan keguguran. Contoh makanan tersebut adalah minyak zaitun, biji rami, minyak ikan, minyak bunga matahari, alpukat, dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh