Suara.com - Ketika kambuh, penderita vertigo akan mengalami kesulitan beraktivitas karena merasakan sakit kepala luar biasa seperti di sekelilingnya tampak berputar. Tapi kini Anda harus mewaspadai kondisi vertigo karena ternyata bisa jadi gejala awal dari stroke.
Dokter spesialis saraf, Mursyid Bustami mengatakan sebagian kecil dari kasus vertigo bisa disebabkan adanya gangguan pada aliran darah yang menjadi pemicu stroke.
"Vertigo penyebabnya bermacam-macam, salah satunya gangguan di sentral otak kecil, dan hal ini merupakan tanda adanya sumbatan pada pembuluh darah otak yang memicu stroke," ujarnya pada Pfizer Press Circle di Jakarta, Selasa (1/3/2016).
Namun Mursyid menegaskan bahwa jumlah kasus vertigo yang disebabkan oleh sumbatan di pembuluh darah otak sentral pemicu stroke sangat jarang. Sisanya, biasanya dipicu oleh gangguan pada perifer otak.
"Tapi, nggak semua vertigo adalah stroke. Kalau hanya sebentar saja keluhannya lalu kembali reda mungkin tidak terlalu bahaya, tapi tetap harus diwaspadai," imbuhnya.
Dengan mengonsultasikan keluhan vertigo, Mursyid menambahkan, dokter bisa menegakkan diagnosis penyebab vertigo. Apakah disebabkan oleh stroke atau hanya gangguan perifer semata.
"Sebaiknya kalau sudah merasa terganggu dengan vertigonya segera konsultasikan ke dokter yang mampu membedakan ini termasuk vertigo sentral atau perifer," tambah lelaki yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional ini.
Pada 2030 diperkirakan jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular termasuk stroke dan jantung di dunia mencapai 23.3 juta jiwa. Meski mematikan, stroke dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor risiko stroke seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kurang gerak, dan mengonsumsi makanan bersantan dan gorengan.
Berita Terkait
-
Viral Pedagang Kentang Kena Stroke Saat Live TikTok
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
HUT ke-37 Yastroki: Stroke Bukan Takdir, Tapi Bencana yang Bisa Dicegah dari Rumah
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia