Suara.com - Saat tersedak, hal yang biasa dilakukan banyak orang adalah mengonsumsi air sebanyak-banyaknya. Hal ini bertujuan agar benda asing yang terperangkap di saluran pernapasan bisa lolos dan masuk ke bagian lambung.
Ternyata anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Dokter spesialis THT, Linda mengatakan bahwa tersedak tidak hanya disebabkan kekurangan cairan saja. Tersedak juga bisa dipicu gangguan pada saluran pernapasan atau bahkan saraf yang mempengaruhi fungsi otot.
"Memperbanyak minum air justru bisa membuat makanan terdorong ke bagian saluran pernapasan. Akibatnya pun bisa lebih fatal jika hal itu terjadi,” ujarnya ketika dihubungi suara.com beberapa waktu lalu.
Secara lebih rinci ia menjelaskan bahwa pada kerongkongan terdapat dua saluran yakni saluran napas untuk masuknya udara ke paru-paru, dan saluran pencernaan untuk masuknya makanan menuju usus. Di antara dua saluran ini terdapat katup yang bergerak bergantian untuk menutup.
Saat bernapas, katup menutup kerongkongan agar udara menuju tenggorokan, sedangkan saat menelan makanan katup menutup tenggorokan agar makanan lewat kerongkongan. Saat tersedak, makanan yang seharusnya masuk ke dalam saluran cerna justru masuk ke dalam saluran pernapasan.
"Kalau diatasi dengan minum air maka makanan yang terperangkap akan semakin menghalangi jalan napas ke paru-paru, seseorang akan mengalami sesak napas hingga merasa tercekik," imbuhnya.
Agar tidak tersedak saat makan, ia mengimbau agar seseorang tidak makan sambil bicara atau terburu-buru. Menurutnya makanan harus dikunyah dengan benar sekurang-kurangnya 32 kali agar teksturnya lebih halus sehingga mudah ditelan.
"Makan terburu-buru membuat kunyahan tidak terlalu banyak dan tekstur yang dikonsumsi juga masih padat sehingga sulit dicerna tubuh. Sebaiknya jangan terburu-buru saat makan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pertolongan Pertama Tersedak: Bisa Menyebabkan Kematian Jika Terlambat!
-
8 Arti Mimpi Tersedak, dari Konflik Batin Hingga Masalah Kesehatan
-
Viral di Instagram, Video Makan dari Key SHINee Berakhir Plot Twist hingga Hebohkan Penggemar
-
Kisah Pilu Komeng Kehilangan Putri Tercinta, Meninggal Dunia Gegara Tersedak Mie Di Dalam Mobil
-
Kilas Balik Anak Komeng Meninggal Akibat Tersedak, Kini Ayahnya Nyaris Jadi Anggota DPD
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
Terkini
-
Konsultasi Kesehatan Pakai AI? Risiko Halusinasi Medis, Dokter Tetap Tak Tergantikan
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala