Suara.com - Tak semua penyakit yang dipicu bakteri butuh antibiotik. Apalagi penyakit yang penyebabnya hanya dipicu oleh infeksi virus.
Hal ini disampaikan dr. Purnamawati Sujud, Sp. A(K) yang merupakan pendiri dari Yayasan Orangtua Peduli (YOP). Menurut dokter yang akrab disapa Wati ini, masyarakat terutama orangtua harus bijak dalam menggunakan antibiotik, baik untuk dirinya sendiri maupun anak-anaknya.
"Sebagian besar penyakit harian yang sederhana disebabkan virus sehingga tidak butuh antibiotik. Contohnya batuk, pilek biasa tidak butuh antibiotik. Ingus udah hijau lalu dikira harus konsumsi antibiotik itu salah. Persepsi ini yang harus diluruskan," ujarnya pada temu media 'One Health Approach: Strategi Kurangi Maraknya Bakteri Kebal Antibiotik' di Jakarta, Selasa (19/4/206).
Bahkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti keracunan makanan hingga timbul gejala diare, menurutnya, tak perlu sampai diobati dengan antibiotik.
"Selama diarenya tidak disertai darah nggak perlu pakai antibiotik. Minum saja oralit nanti juga sembuh dengan sendirinya," imbuhnya.
Begitu juga dengan jerawat. Pada beberapa kasus, dokter kerap menawarkan obat-obatan antibiotik untuk meredakan jerawat yang meradang. Namun menurut Wati, selama tidak disertai infeksi, penanganan jerawat tak membutuhkan antibiotik.
Ia pun mengimbau agar masyarakat menjadi konsumen pintar ketika ditawari obat-obatan antibiotik dan bijak dalam menggunakan antibiotik untuk mencegah terjadinya resistensi antibiotik.
"Kalau kita sudah tahu tidak semua penyakit perlu antibiotik, maka kita bisa menjadi konsumen yang pintar," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?