1. Makan lebih banyak serat
"Dianjurkan Anda mengonsumsi 25 sampai 50 gram serat perhari," kata Marshall. Makanan dengan banyak serat termasuk sereal seperti gandum buah segar (terutama buah), buah-buahan kering seperti plum dan buah ara, sayuran, dan kacang-kacangan seperti buncis, lentil dan biji-bijian. Tingkatkan asupan serat secara bertahap untuk menghindari gas atau diare, atau sembelit.
2. Teratur olahraga
Berolahragalah setidaknya tiga kali seminggu selama 30 menit atau lebih, kata Battistella. Aktivitas fisik merangsang otot-otot usus Anda untuk bekerja lebih efisien. Ini juga mengurangi jumlah waktu yang diperlukan makanan untuk bergerak melalui usus Anda, sehingga feses tetap lembap.
3. Minum banyak air
Battistella merekomendasikan delapan gelas air sehari. Air melumasi usus dan juga membasahi makanan yang Anda makan, membantunya lancar melalui tubuh Anda.
4. Redakan stres
'Stres psikologis memiliki pengaruh yang besar pada fungsi usus, "kata Marshall. "Usus adalah otak kecil dari tubuh manusia. Otak dan usus sangat saling berhubungan. 'Gerakan usus tergantung pada sinyal yang rumit antara usus dan otak. Ketika otak stres, usus juga terganggu.
5. Rutin BAB
Buang air besar terjadi sesuai dengan jam internal tubuh. Ketika Anda mengabaikan dorongan untuk pergi ke kamar mandi, ada lebih banyak waktu bagi air harus diekstrak dari kotoran sehingga kotoran sulit dikeluarkan.
6. Jika perlu, gunakan obat pencahar, tapi jangan berlebihan
Kebanyakan produk obat bebas aman untuk digunakan, asalkan Anda mengikuti petunjuknya. Tapi, jika penggunaanya berlebihan bisa membuat usus Anda 'malas'. 'Perbaiki gaya hidup Anda," saran Battistella. Sesekali, silakan pakai obat buat membantu, jika diperlukan.
7. Bersiaplah untuk perjalanan
Bagi sebagian orang, ketika mereka sedang dalam perjalanan, mereka jadi sulit BAB. "Kuncinya adalah serat, cairan dan olahraga,"' kata Marshall. Selama perjalanan, minum banyak air dan ketika makan di luar, pilih menu dengan buah dan sayuran di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan