Suara.com - Mungkin Anda sudah sering mendengar, jika orgasme bagus untuk kesehatan fisik dan mental. Mengapa ini bisa terjadi?
Percaya atau tidak, beberapa bagian tubuh mengalami perubahan tertentu saat seseorang mencapai orgasme. Perubahan ini pun tak hanya mempengaruhi otak, yang pada saat orgasme melepaskan hormon oksitosin, tetapi juga beberapa organ lainnya.
Berikut perubahan yang terjadi pada beberapa organ saat seseorang mencapai orgasme.
1. Otak
Area otak yang terkait dengan rasa takut dan kecemasan atau yang kerap disebut amygdala dan hipocampus menjadi lebih rileks saat orgasme. Aktivitas di bagian otak yang selama ini kerap digunakan untuk berpikir serius juga terlihat beristirahat sejenak ketika Anda mengalami puncak kepuasan.
2. Jantung
Saat orgasme denyut jantung dan tekanan darah mengalami peningkatan sebanyak dua kali lipat untuk memompa darah ke bagian organ intim Anda. Metabolisme tubuh juga meningkat karena energi dilepaskan lebih banyak saat seseorang orgasme.
3. Hormon
Ketika orgasme, produksi hormon dopamin dan oksitosin yang berperan menciptakan suasana hati yang lebih baik, diproduksi dua kali lipat. Itulah sebabnya ketika orgasme seseorang akan merasa bahagia dan lebih intim dengan pasangan.
4. Mata
Bagian pupil mata akan membesar sebanyak 50 persen saat seseorang mencapai orgasme. Hal ini berefek pada kemampuan seseorang dalam melihat yang mengalami peningkatan.
5. Kulit
Berbagai hormon turut dilepaskan saat seseorang mengalami orgasme. Salah satunya adalah hormon endorfin yang berperan memperlancar sirkulasi darah. Hasilnya Anda merasa lebih hangat dan nyaman usai berhubungan seks. (Prevention)
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Bahaya Sepatu Kekecilan bagi Kesehatan Kaki dan Tips Memilih Ukuran Tepat
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh