Suara.com - Sebuah studi baru mengklaim bahwa mengonsumsi kopi yang berlebihan adalah hal yang buruk bagi lelaki, karena ternyata kebiasaan ini dikatakan bisa mempengaruhi kesuburan mereka.
Penelitian ini mengklaim bahwa lelaki yang memiliki kebiasaan minum lebih dari tiga cangkir kopi memiliki peluang lebih sedikit atas keberhasilannya, bahkan melalui metode IVF.
Sementara, lelaki yang tidak minum kopi dikatakan memiliki peluang kesuburan 50 persen lebih sukses. Penelitian ini mengklaim bahwa kafein tampaknya membuat sperma ada pada tingkat mikroskopis .
Jadi, jumlah seperti apa yang dikatakan banyak terlalu banyak? Menurut penelitian ini, lelaki yang memiliki kebiasaan minum lebih dari 250 mg kafein seharillah, yang mungkin memiliki peluang lebih kecil menjadi seorang ayah.
Studi ini juga mengatakan bahwa lelaki sebaiknya perlu mengontrol asupan kafein mereka selama mereka sedang menjalani program memiliki anak.
Meskipun jumlah moderat kafein mengurangi stres dan mungkin membuat Anda merasa lebih baik, mengonsumsinya secara berlebihan dapat mempengaruhi kesuburan secara drastis. Penelitian ini dilakukan pada lebih dari 100 lelaki antara usia 35-37 tahun.
Para ahli kesehatan juga menyarankan untuk lelaki rajin berolahraga dan makan makanan yang baik, selain mengurangi konsumsi kafein untuk membuat sperma semakin subur dan berpeluang besar memiliki anak. (Boldsky)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia