Suara.com - Banyak anggapan yang berkembang di masyarakat soal cara meningkatkan produksi air susu ibu (ASI), salah satunya dengan mengonsumsi daun katuk. Ya, selama ini daun katuk dipercaya dapat memperlancar produksi ASI.
Ada yang menganggap hal ini sekadar sugesti dari busui (ibu menyusui) sehingga produksi ASI semakin lancar, tapi ada pula yang percaya bahwa daun katuk memang berkhasiat meningkatkan produksi ASI.
Menanggapi hal ini, dokter laktasi Fala Adinda membenarkan bahwa daun katuk memiliki manfaat dalam meningkatkan jumlah ASI yang diproduksi. Pasalnya daun katuk mengandung galaktogo, yakni zat yang berperan menambah produksi ASI pada ibu menyusui.
"Memang ada zat-zat yang disinyalir meningkatkan produksi ASI yaitu galaktogo," ujarnya pada temu media 'World Breastfeeding Week 2016' di Jakarta, Rabu (3/8/2016).
Selain daun katuk, galaktogo juga ditemukan dalam susu almond dan beberapa suplemen pelancar ASI. Meski produksi ASI menjadi lancar, karena konsumsi beberapa sumber makanan ini, fala mengingatkan agar busui lebih rajin memberikan ASI kepada buah hatinya.
"Kalau banyak diproduksi, tapi nggak dikeluarkan ya percuma. Nanti otak akan mengukur seberapa besar kebutuhan ASI yang harus diproduksi berdasarkan jumlah yang dikeluarkan setiap hari," pungkasnya.
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh