Sebagaimana kotoran pada umumnya, tinja yang kita keluarkan memiliki bau tak sedap. Tapi ada kalanya bau tinja lebih menyengat dari biasanya, yang sebenarnya memberi sinyal adanya masalah kesehatan.
Dijelaskan gastroenterologist Larry Good, MD, bau tinja dipengaruhi dua hal, yakni makanan yang anda konsumsi dan akumulasi bakteri dalam saluran usus. Bahkan Ia mengatakan terdapat 10 triliun mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan manusia.
"Ketika makanan mengandung serat masuk ke dalam usus maka bakteri akan memfermentasi dan menghasilkan gas yang berbau tak sedap. Jadi ketika Anda merasa tinja lebih berbau dari biasanya, coba perhatikan lagi makanan yang Anda konsumsi sebelumnya," tambahnya.
Tapi bagaimana jika bau tak sedap berlarut-larut dalam waktu yang lama? Good menyarankan agar Anda segera mengonsultasikan diri ke dokter. Bisa jadi Anda mengalami sindrom iritasi usus, alergi makanan, pendarahan di saluran pencernaan atau bahkan infeksi bakteri berbahaya.
"Yang jelas jangan malu untuk menceritakan kondisi Anda. Karena yang Anda anggap sepele mungkin menunjukkan sinyal-sinyal tertentu yang berbahaya," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya