Suara.com - Kebanyakan dari kita tidak tahu seberapa sering kita harus buang air besar (BAB). "Menurut para ahli, Anda tidak perlu khawatir jika hanya BAB satu kali sehari, sedangkan orang lain dua kali. Keduanya baik. Begitupun dengan tiga kali seminggu, juga sehat," kata Dr. John Marshall, seorang profesor kedokteran di Universitas McMaster dan staf gastro-enterologist di Hamilton Health Sciences.
Yang penting, kata dia, adalah gerakan konstipasinya lembut dan tidak menyebabkan Anda harus terlalu mengedan sehingga bisa menyebabkan wasir.
Sembelit sering disebabkan oleh faktor-faktor gaya hidup seperti tidak makan cukup serat, tidak minum cukup cairan, tidak teratur olahraga, serta masalah kesehatan mental seperti stres, depresi dan kecemasan. Selain itu genetika juga memainkan peran, meskipun kecil. Plus, obat-obatan tertentu dapat menyebabkan sembelit, kata Battistella.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi misalnya antidepresan (inhibitor selektif serotonin) reuptake atau SSRI] seperti paroxetine, antipsikotik, antihipertensi tertentu, obat anti-Parkinson dan, yang paling umum, opioid seperti morfin, Percocet dan Tylenol dengan kodein.
Tak hanya itu, suplemen seperti kalsium dan zat besi juga dapat menyebabkan sembelit. Nah, bila Anda mengalami sembelit, berikut beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut setelah ditinjau dr. Deffy Leksani Anggarsari, konsultan Meet Doctor.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya