Suara.com - Berkeringat merupakan respon alami tubuh untuk menyesuaikan dengan suhu lingkungan yang panas. Namun jika keringat yang diproduksi terlalu berlebihan, Anda harus lebih waspada.
Kondisi keringat berlebih atau hiperhidrosis merupakan suatu gangguan yang terjadi pada kelenjar keringat. Biasanya orang yang mengalami hiperhidrosis bisa memproduksi keringat yang sangat banyak meski dirinya tidak sedang melakukan aktivitas yang berat.
Seperti dilansir dari laman Boldsky, kondisi hiperhidrosis bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti pola makan, ketidakseimbangan hormon, konsumsi obat-obatan dan berbagai penyakit.
Berikut beberapa penyakit yang ditandai dengan keringat berlebih:
1. TBC (Tuberkulosis)
Salah satu penyebab keringat berlebih adalah TBC. Penyakit ini cenderung menular yang disebabkan oleh bakteri. Gejala TBC yang harus diwaspadai antara lain batuk berdahak, kelelahan, penurunan berat badan mendadak, demam, sesak napas, nyeri dada dan berkeringat pada malam hari.
2. Limfoma
Limfoma juga ditandai dengan produksi keringat berlebih. Selain itu gejala lain yang juga harus diwaspadai antara lain pembengkakan pada kelenjar getah bening, kelelahan akut, sesak napas, perut membengkak, nyeri dada, demam, dan keringat berlebihan pada malam hari.
3. Hipertiroidisme
Ini adalah penyakit lain yang disebabkan aktivitas berlebihan pada kelenjar tiroid yang mempercepat metabolisme. Beberapa gejala hipertiroid yang harus Anda waspadai antara lain kelelahan, gelisah, penurunan berat badan, gondok, nafsu makan bertambah, gugup, diare, dan keringat berlebihan.
4. Hipoglikemi (gula darah rendah)
Hipoglikemi mengacu pada kondisi dimana seseorang memiliki kadar gula darah yang rendah. Orang yang mengalami hipoglikemi kerap mengalami gejala cemas berlebih, jantung berdebar-debar, dan keringat berlebih.
Jadi, jika Anda mengalami keringat berlebih, pastikan Anda segera mengonsultasikan diri ke dokter untuk mendapat diagnosa pasti mengenai kondisi Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?