Suara.com - Benjolan merupakan salah satu gejala kanker payudara. Meski demikian, tak semua benjolan di payudara dipastikan mengarah pada kanker.
Menurut dokter M. Yadi Permana SpB(K) Onk dari RSUP Fatmawati, benjolan yang perlu diwaspadai sebagai kanker payudara memiliki ciri yang khas. Pertama, kata dia, benjolan kanker biasanya terdapat pada satu payudara.
"Biasanya keras juga seperti papan. Nggak rata dan membuat payudara tidak bebas digerakkan," ujar dia pada temu media Kampanye "Rumpian Beha" di Jakarta, Rabu (21/2/2016).
Ia menambahkan, benjolan yang mengarah kanker juga biasanya tidak disertai nyeri. Dihimbau kepada kaum hawa agar tak menunggu rasa nyeri untuk memeriksakan kondisi payudara.
"Kalau ada nyeri juga jangan langsung berpikiran macam-macam. Biasanya yang disertai nyeri justru bukan kanker, melainkan gangguan hormonal," tambah dia.
Selain itu, jika sudah tergolong stadium lanjut, kulit pada benjolan di sekitar payudara bertekstur seperti permukaan kulit jeruk dengan warna yang cenderung kemerahan.
"Kalau ada luka pada puting yang nggak sembuh-sembuh itu juga harus dicurigai. Apalagi, kalau sudah keluar cairan merah seperti cucian daging," tambah dia.
Jika menemukan gejala seperti diatas, dr Yadi menyarankan agar segera mengonsultasikan kondisinya ke dokter. Beberapa metode pemeriksaan seperti mamografi, USG, dan biopsi bisa dilakukan untuk memastikan benjolan tersebut.
Mamografi ditujukan untuk perempuan berusia diatas 35 tahun, sedangkan pemeriksaan USG untuk perempuan berusia dibawah 35 tahun. Jika gejala tersebut benar-benar mengarah pada kanker, bukan berarti akhir dari segalanya.
Baca Juga: Laki-Laki Juga Berisiko Kena Kanker Payudara Lho!
"Apalagi kalau ditemukan stadium 1 atau 2 itu angka harapan hidup bisa mencapai 98 persen. Jadi, jangan langsung mikir bakal mati nih bentar lagi karena justru jika tidak diobati maka risiko keparahan semakin besar," lanjut dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi