Anggur putih dalam gelas bersanding dengan anggur hijau. [shutterstock]
Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam American Association for jurnal Cancer Research, mereka yang minum alkohol setiap hari berpeluang 14 persen lebih besar terkena melanoma daripada mereka yang tidak minum sama sekali.
Dan jika Anda tidak tinggal di tempat di mana tidak terekspos sinar matahari secara teratur, namun minum setidaknya 20 gram alkohol per hari, Anda ada pada risiko 73 persen lebih besar terkena kanker kulit.
Tak hanya itu, bagi Anda ara pecinta anggur putih, risiko ini dapat lebih besar. Peneliti membandingkan risiko melanoma di antara mereka yang seing minum alkohol tertentu dengan peminum anggur putih. Hasilnya adalah mereka yang minum anggur putih bisa memiliki risiko 13 persen lebih besar dari mereka yang lebih suka anggur merah, minuman keras atau bir.
Menurut penulis studi tersebut, dibandingkan dengan jenis lain dari minuman beralkohol, anggur putih memiliki tingkat sampingan karsinogenik alkohol yang tinggi, yang terkait dengan risiko pengembangan kanker tertentu.
Seperti dilansir dari Metro, Katie Edmunds, petugas kesehatan di Cancer Research UK, mengatakan bahwa studi ini harus dilihat dengan hati-hati.
"Sebagian besar hasil juga menunjukkan bahwa minum alkohol memiliki sedikit atau tidak ada efek pada risiko melanoma kanker kulit," kata dia.
Tapi ini bukan berarti kita bisa minum alkohol dengan tenang, karena tetap saja alkohol masih meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan.
"Alkohol meningkatkan risiko tujuh jenis kanker, termasuk jenis umum seperti kanker payudara dan kanker usus. Dan semua jenis risiko kanker meningkat jika Anda mengonsumsi alkohol - terlepas dari apakah itu anggur, atau bir. Semakin Anda mengurangi jumlah yang Anda minum, semakin rendah risiko Anda," jelasnya lagi.
Jadi ketika membicarakan risiko kanker kulit, Katie mengatakan hal terbaik adalah untuk 'menikmati matahari dengan aman' yakni dengan menghabiskan waktu di tempat teduh, menggunakan pakaian tertutup, dan menggunakan banyak tabir surya setidaknya dengan SPF 15 dan PA ++++ untuk membantu melindungi bagian-bagian yang tidak bisa menutupi.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?